Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 Agustus 2026 | Gerhana Matahari Total (GMT) merupakan fenomena astronomi langka yang akan menghiasi langit pada 12 Agustus 2026. Peristiwa ini terjadi saat Bulan menutupi seluruh piringan Matahari, menciptakan kegelapan sesaat di sejumlah wilayah di belahan Bumi utara.
Berdasarkan data NASA, jalur totalitas gerhana kali ini akan melintasi Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Samudra Atlantik, Spanyol, serta sebagian kecil wilayah Portugal. Sementara itu, wilayah lain di Eropa, Afrika, dan Amerika Utara hanya akan menyaksikan gerhana Matahari sebagian.
Secara global, fase gerhana sebagian akan dimulai pada pukul 15.34 UTC. Fase totalitas pertama diperkirakan terjadi pukul 16.58 UTC, dengan puncak gerhana global pada 17.46 UTC. Seluruh rangkaian fenomena ini akan berakhir pada pukul 19.58 UTC.
Di Islandia, fase totalitas akan berlangsung singkat sekitar satu menit, dengan puncak di Reykjavík pada pukul 17.48 waktu setempat. Sementara itu, Spanyol menawarkan pemandangan unik karena gerhana total terjadi menjelang Matahari terbenam. Di Madrid, totalitas diprediksi terjadi antara pukul 20.30 hingga 20.32 CEST.
Indonesia tidak berada dalam jalur lintasan gerhana ini. Namun, masyarakat di Tanah Air dapat menyaksikan fenomena tersebut melalui siaran langsung NASA pada 13 Agustus 2026 mulai pukul 00.15 WIB.
Para ilmuwan juga sangat tertarik dengan fenomena ini karena gerhana Matahari total memberikan kesempatan untuk meneliti korona Matahari, lapisan atmosfer luar Matahari yang biasanya sulit diamati tanpa bantuan gerhana.
Selain itu, gerhana Matahari total juga menjadi daya tarik wisata astronomi. Banyak wisatawan yang bersiap mendatangi jalur totalitas gerhana untuk menyaksikan fenomena ini secara langsung. Di Spanyol, harga hotel melonjak tajam dan akomodasi di berbagai wilayah sudah habis terjual menjelang gerhana Matahari total.
Bagi yang ingin menyaksikan gerhana Matahari total dari udara, beberapa maskapai dan perusahaan penerbangan menyiapkan penerbangan khusus dengan harga tiket mulai sekitar Rp 5 jutaan hingga hampir Rp 20 juta.
Namun, perlu diingat bahwa menyaksikan gerhana Matahari total secara langsung dapat berbahaya jika tidak menggunakan perlengkapan yang tepat. Para ilmuwan dan dokter memperingatkan bahwa menatap langsung Matahari selama gerhana dapat merusak retina, berpotensi membahayakan sel-sel yang bertanggung jawab untuk penglihatan sentral.
Oleh karena itu, penting untuk menggunakan kacamata pelindung bersertifikat atau alat optik dengan filter khusus untuk mencegah kerusakan mata permanen.
Gerhana Matahari total 12 Agustus 2026 merupakan fenomena langka yang patut disaksikan. Namun, perlu diingat untuk menyaksikannya dengan aman dan menggunakan perlengkapan yang tepat.
