Pemadaman Listrik di Kalimantan: Kondisi Membaik, Tapi Masih Ada Tantangan

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 Agustus 2026 | Pemadaman listrik di Kalimantan masih menjadi isu yang hangat dibicarakan. Meskipun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa kondisi pemadaman listrik di Pulau Kalimantan sudah mulai membaik, namun masih ada beberapa tantangan yang harus diatasi.

Menurut Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno, pemadaman listrik yang terjadi di Kalimantan disebabkan oleh dua kendala, yaitu masalah impor listrik dari Malaysia dan adanya fase perbaikan di fasilitas kelistrikan Kalimantan.

Baca juga:

Tri Winarno menjelaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi di Kalimantan sudah mulai membaik, namun masih ada beberapa wilayah yang mengalami pemadaman listrik bergilir. Ia menegaskan bahwa PLN terus bekerja keras untuk memulihkan pasokan listrik di Kalimantan.

Sementara itu, PT PLN (Persero) juga terus melakukan upaya untuk mempercepat pemulihan sejumlah unit pembangkit pada Sistem Interkoneksi Kalimantan yang mengalami gangguan. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) Iwan Soelistijono menyatakan bahwa gangguan terjadi pada generator PLTU Asam-Asam, serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP).

Iwan Soelistijono menambahkan bahwa kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya kemampuan pasok sistem sehingga berdampak pada terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Namun, ia menegaskan bahwa PLN terus bekerja keras untuk memulihkan pasokan listrik di Kalimantan.

Presiden Prabowo Subianto juga telah memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera mengambil langkah-langkah terukur bersama PT PLN (Persero) guna mengatasi pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah titik di Kalimantan.

Di sisi lain, Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya, untuk menuntut kejelasan tentang pemadaman listrik bergilir dan kompensasi bagi masyarakat yang terkena dampak.

Koordinator aksi, Joseph, menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan karena PLN dinilai belum memenuhi janji terkait penghentian pemadaman bergilir. Ia menambahkan bahwa pemadaman listrik masih terjadi di beberapa wilayah Palangka Raya dan daerah lain di Kalimantan Tengah.

Perwakilan PLN UP3 Palangka Raya, Asisten Manajer Jaringan dan Konstruksi, Sesen, menyampaikan penjelasan resmi perusahaan. PLN menyebut sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah saat ini masih berada dalam kondisi siaga.

Kondisi tersebut kembali terjadi setelah PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) mengalami gangguan pada 6 Agustus 2026. Gangguan tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan Kalselteng kembali menurun sehingga status sistem masih berada dalam kondisi siaga.

PLN berdalih langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kestabilan sistem sembari menunggu proses perbaikan pembangkit. Perusahaan juga mengaku terus berkoordinasi dengan mitra swasta untuk mempercepat pemulihan dan mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia.

Pengaturan operasi sistem dilakukan agar dampak pemadaman terhadap fasilitas vital, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi dapat ditekan. Namun, penjelasan tersebut belum membuat massa puas.

Koordinator aksi, Viteli, menegaskan kedatangan mereka merupakan bentuk penagihan terhadap komitmen PLN yang sebelumnya menyatakan pemadaman bergilir akan berakhir pada 5 Agustus.

Dalam kesimpulan, pemadaman listrik di Kalimantan masih menjadi isu yang hangat dibicarakan. Meskipun Kementerian ESDM menyatakan bahwa kondisi pemadaman listrik di Kalimantan sudah mulai membaik, namun masih ada beberapa tantangan yang harus diatasi. PLN terus bekerja keras untuk memulihkan pasokan listrik di Kalimantan, namun masih ada beberapa wilayah yang mengalami pemadaman listrik bergilir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *