Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Agustus 2026 | Robert Budi Hartono kini resmi menjadi pemegang saham pengendali terakhir PT Bank Central Asia Tbk (BCA) setelah wafatnya Bambang Hartono. Perubahan status pengendali ini terjadi karena Bambang Hartono merupakan pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan, perusahaan yang memegang saham BCA sebesar 54,94%.
Manajemen BCA memastikan bahwa perubahan pengendali terakhir ini tidak akan berdampak material terhadap operasional maupun keuangan perusahaan. Robert Budi Hartono kini menguasai 51% saham PT Dwimuria Investama Andalan, sehingga status pemegang saham pengendali terakhir beralih kepadanya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencatat perubahan struktur kepemilikan akhir BCA dan menegaskan Robert Budi Hartono sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) BCA. Perubahan ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi, dan kinerja keuangan perusahaan.
Robert Budi Hartono lahir pada 28 April 1940 di Semarang, putra kedua dari pendiri Djarum, Oei Wie Gwan. Bersama kakaknya, Bambang Hartono, mereka mewarisi pabrik rokok Djarum yang hampir musnah terbakar pada tahun 1963. Di bawah kepemimpinan mereka, Djarum bangkit menjadi raksasa kretek dunia.
Ekspansi bisnis keluarga Hartono tidak hanya terbatas pada industri tembakau. Mereka juga mengambil alih BCA dari keluarga Salim pasca krisis 1998, yang kemudian menjadi mesin uang utama mereka hingga saat ini. Gurita bisnis Robert Budi Hartono mencakup sektor perbankan, teknologi, elektronik, dan agrobisnis.
Dengan perubahan kepemilikan saham ini, Robert Budi Hartono kini menjadi tokoh penting dalam dunia bisnis Indonesia. Perubahan ini juga menandai babak baru dalam sejarah BCA, yang tetap menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia.
Kondisi ini membuktikan bahwa perubahan kepemilikan saham tidak selalu berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan. BCA tetap beroperasi dengan baik dan terus menjadi pemain utama dalam industri perbankan Indonesia.
Perubahan ini juga membuktikan bahwa keluarga Hartono tetap menjadi salah satu keluarga pengusaha terkemuka di Indonesia. Mereka telah membuktikan kemampuan mereka dalam mengelola bisnis dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dalam beberapa tahun terakhir, BCA terus mengalami pertumbuhan yang stabil. Bank ini tetap menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia dan terus memperluas jaringannya. Dengan perubahan kepemilikan saham ini, diharapkan BCA dapat terus berkembang dan menjadi lebih kuat dalam menghadapi persaingan di industri perbankan.
Untuk meningkatkan kinerja dan memperluas layanan, BCA terus berinvestasi dalam teknologi dan inovasi. Bank ini juga terus memperkuat posisinya dalam industri perbankan dengan memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas layanan.
Dalam beberapa bulan terakhir, BCA juga terus memperbarui layanan dan produknya untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Dengan demikian, diharapkan BCA dapat terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan perbankan mereka.
