Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 Juli 2026 | FIFA ASEAN Cup 2026 telah menjadi sorotan hangat dalam dunia sepak bola, terutama setelah diumumkannya rencana untuk menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta. Rencana ini mendapat kritik dari berbagai pihak, termasuk UEFA dan AFC, yang menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil tanpa konsultasi yang memadai.
Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, presiden AFC, menyebut rencana tersebut sebagai “tidak dapat diterima” dan menekankan bahwa keputusan tersebut dapat merusak struktur sepak bola benua. Sementara itu, UEFA juga mengeluarkan pernyataan yang mengecam rencana tersebut, menyatakan bahwa “jiwa dan tata kelola sepak bola tidak dapat diperdagangkan”.
Di sisi lain, FIFA ASEAN Cup 2026 juga telah mempertemukan tim-tim nasional Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia, yang akan bertanding di Premier Division. Pertandingan antara kedua tim tersebut diprediksi akan menjadi salah satu pertandingan paling panas di fase grup.
Thom Haye, gelandang Timnas Indonesia, menyatakan bahwa dia telah lama menantikan kesempatan untuk merasakan atmosfer pertandingan klasik antara Indonesia dan Malaysia. Haye juga menyatakan bahwa pertandingan melawan Malaysia tidak akan pernah terasa seperti pertandingan biasa, karena kedua tim memiliki ambisi besar untuk meraih kemenangan.
India dan Pakistan juga telah diumumkan sebagai tim undangan dalam FIFA ASEAN Cup 2026, yang menarik perhatian karena keduanya bukan anggota ASEAN Football Federation. Kehadiran mereka dalam turnamen tersebut diyakini dapat menambah keseruan dan persaingan di antara tim-tim nasional Asia.
Kesimpulan dari seluruh peristiwa ini adalah bahwa FIFA ASEAN Cup 2026 telah menjadi sorotan hangat dalam dunia sepak bola, dengan kontroversi dan antisipasi yang tinggi. Pertandingan antara tim-tim nasional Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia, diprediksi akan menjadi salah satu pertandingan paling menarik dalam turnamen tersebut.
