Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 Juli 2026 | Pasar saham telah menjadi salah satu tolak ukur perekonomian suatu negara. Dalam konteks ini, terdapat dua pemain utama yang sangat berpengaruh dalam penilaian pasar saham, yaitu MSCI (Morgan Stanley Capital International) dan FTSE Russell (Financial Times Stock Exchange Russell). Keduanya merupakan perusahaan yang menyediakan indeks pasar saham yang digunakan sebagai acuan oleh investor dan analis keuangan.
MSCI dan FTSE Russell memiliki peran penting dalam menentukan kinerja pasar saham suatu negara. Mereka melakukan penilaian terhadap kinerja pasar saham berdasarkan beberapa kriteria, seperti likuiditas, ukuran pasar, dan stabilitas ekonomi. Hasil penilaian ini kemudian digunakan untuk menentukan status pasar saham suatu negara, apakah termasuk dalam kategori pasar saham negara maju, negara berkembang, atau negara terbelakang.
Salah satu contoh negara yang telah dinilai oleh MSCI dan FTSE Russell adalah Vietnam. Pada tahun 2025, FTSE Russell telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan status pasar saham Vietnam dari pasar saham negara terbelakang menjadi pasar saham negara berkembang. Sementara itu, MSCI juga telah menilai kinerja pasar saham Vietnam dan telah menempatkan negara ini dalam daftar pengawasan untuk ditingkatkan statusnya.
Penilaian yang dilakukan oleh MSCI dan FTSE Russell tidak hanya berdampak pada investor asing, tetapi juga pada perekonomian domestik suatu negara. Dengan status pasar saham yang lebih tinggi, suatu negara dapat menarik lebih banyak investor asing dan meningkatkan kemajuan ekonominya. Oleh karena itu, penting bagi suatu negara untuk memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MSCI dan FTSE Russell agar dapat meningkatkan status pasar sahamnya.
Dalam konteks ini, Vietnam telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kinerja pasar sahamnya, seperti memperbaiki regulasi pasar saham dan meningkatkan transparansi informasi keuangan. Dengan demikian, diharapkan Vietnam dapat meningkatkan status pasar sahamnya dan menjadi salah satu negara dengan perekonomian yang kuat di kawasan Asia Tenggara.
