Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 Juli 2026 | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono telah mengambil langkah-langkah tegas dalam pemberantasan korupsi dan penutupan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bermasalah. Dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026), Sudaryono mengungkapkan bahwa pihaknya telah menutup permanen 833 dapur MBG di seluruh Indonesia.
Penutupan dapur-dapur tersebut dilakukan karena adanya pelanggaran, terutama masalah higienis dan kualitas makanan yang tidak memenuhi standar. Sudaryono menegaskan bahwa dapur-dapur yang ditutup tidak akan dibayar ganti rugi oleh pemerintah.
Selain penutupan dapur, Sudaryono juga mengumumkan pemberhentian 261 pegawai non-ASN dan tenaga ahli yang bermasalah. Mereka dipecat karena dugaan pelanggaran, termasuk korupsi dan judi online.
Sudaryono menekankan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pemberantasan korupsi dalam program MBG. Ia juga meminta mitra SPPG untuk melaporkan jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran.
Langkah-langkah tersebut diambil untuk memastikan bahwa program MBG dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Sudaryono berharap bahwa dengan pemberantasan korupsi dan penutupan dapur-dapur bermasalah, program MBG dapat menjadi lebih efektif dan efisien.
Dalam kesimpulan, Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk memberantas korupsi dan meningkatkan kualitas program MBG. Ia berharap bahwa masyarakat dapat mendukung upaya tersebut dan memantau pelaksanaan program MBG di daerah masing-masing.
