Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 25 Juli 2026 | PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebuah perusahaan tambang tembaga dan emas, telah mempercepat pengembangan bisnis hilirisasi tembaga melalui anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Salah satu tokoh penting di balik kesuksesan perusahaan ini adalah Alexander Ramlie, komisaris AMMN yang baru-baru ini melakukan transaksi pembelian saham.
Alexander Ramlie membeli 3,13 juta saham AMMN senilai Rp 12,28 miliar. Pembelian saham ini dilakukan dalam empat tahap, dengan harga yang berbeda-beda. Transaksi ini bertujuan untuk investasi pribadi, sehingga meningkatkan kepemilikan saham Alexander di AMMN menjadi 188,9 juta saham atau setara 0,261%.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) telah mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I 2026 dengan membukukan penjualan bersih sebesar USD 808 juta. Dari capaian tersebut, perseroan meraih EBITDA sebesar USD 508 juta dengan margin 63%, serta laba bersih sebesar USD 163 juta dengan margin 20%. Kinerja ini menunjukkan pemulihan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, perusahaan ini juga menargetkan produksi katoda tembaga mencapai 162.662 ton pada 2026, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan realisasi 79.848 ton pada 2025. Selain itu, AMMN juga membidik produksi 16.119 kg emas, 45.439 kg perak, dan 572.036 ton asam sulfat tahun ini.
Dalam beberapa waktu terakhir, Alexander Ramlie juga melakukan pembelian saham AMMN lainnya, yaitu sebanyak 1,4 juta saham dengan nilai sekitar Rp 5,8 miliar. Transaksi ini juga dilakukan untuk investasi pribadi, sehingga meningkatkan kepemilikan saham Alexander di AMMN menjadi 190,39 juta saham atau setara 0,263%.
Kesimpulan dari transaksi-transaksi ini menunjukkan bahwa Alexander Ramlie memiliki kepercayaan besar terhadap potensi AMMN di masa depan. Dengan peningkatan kepemilikan saham, Alexander Ramlie semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang saham utama di perusahaan ini.
