Ijtima Ulama Dorong Muktamar PBNU Jombang Hasilkan Pemimpin Baru

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 Juli 2026 | Ijtima Ulama Indonesia yang digelar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menghasilkan empat keputusan strategis, termasuk dorongan agar Muktamar PBNU ke-35 di Jombang berlangsung tanpa praktik transaksional dan memberi ruang bagi generasi muda.

Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, Maman Imanulhaq, mendorong agar Muktamar PBNU di Jombang menghindari praktik transaksional. Muktamar juga dituntut memberikan peluang bagi anak-anak muda, profesionalisme, serta merumuskan kembali peran Nahdlatul Ulama menjadi kembali lokomotif masyarakat sipil.

Baca juga:

Ijtima Ulama juga mendorong agar Muktamar menghasilkan pemimpin PBNU yang amanah, profesional, dan visioner. Menurut Maman, PBNU harus memilih pemimpin yang paham ke mana membawa arah Indonesia ke depan.

Selain itu, Ijtima Ulama mendorong agar Muktamar ke-35 menghasilkan ketua umum PBNU yang baru. Supaya terjadi perubahan menyeluruh dari kepemimpinan PBNU.

Pengurus Wilayah Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Timur mengadakan "Dzikir/Istighotsah Akbar" di Kantor PWNU Jatim, 26 Juli 2026, guna menyukseskan Muktamar ke-35 NU dan mendoakan Indonesia.

Acara bertema "Mengetuk Samawat Untuk Muktamar dan Indonesia Selamat" itu diawali dengan sholawat oleh Gambus El-Kiswah jam 08.00 WIB, lalu sambutan PWNU, doa/istighotsah, dan tausiyah yang berakhir pada jam 12.00 WIB.

Ketua PW LDNU Jatim Dr KH Syukron Djazilan menyatakan siap hadir, karena kelahiran Nahdlatul Ulama pada 1926 memang dilandasi semangat membangun persatuan berdasarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah.

PKB juga menggelar Ijtima Ulama Indonesia dalam rangka peringatan hari lahir (harlah) ke-28. Salah satunya membahas soal jumlah santri di pesantren yang makin turun.

Plt Ketua Dewan Syuro PKB Manarul Hidayah menyebut penyebab kegaduhan di negara ini karena urusan ketuhanan kurang dimaksimalkan. Ia kemudian menyinggung jumlah santri di pondok pesantren yang makin turun.

PKB hadir untuk membahas hal ini, karena PKB adalah anak kandung Nahdlatul Ulama. Manarul menyebut PBNU belum membahas ini karena disibukkan mempersiapkan muktamar.

Kesimpulan dari acara Ijtima Ulama ini adalah bahwa Muktamar PBNU ke-35 di Jombang harus menghasilkan pemimpin baru yang amanah, profesional, dan visioner. Muktamar juga harus memberikan peluang bagi anak-anak muda dan menghindari praktik transaksional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *