Program Makan Bergizi Gratis Dalam Sorotan: Kasus Keracunan dan Kerugian

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 Juli 2026 | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperuntukkan untuk siswa sekolah dasar di Indonesia saat ini tengah dalam sorotan karena beberapa kasus keracunan dan kerugian yang dialami oleh beberapa pihak. Salah satu kasus yang baru-baru ini terjadi adalah di SDN 1 Sendangrejo, Blora, Jawa Tengah, di mana 19 siswa menderita mual dan sakit perut setelah meminum susu dari menu MBG.

Menurut seorang guru di sekolah tersebut, susu yang dibagikan sudah basi meskipun tanggal kedaluwarsa masih tahun 2027. Siswa yang terkena dampak tersebut dirawat di Puskesmas Ngawen untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca juga:

Kasus lain yang juga terjadi adalah di Lampung, di mana pemasok buah untuk program MBG mengalami kerugian sebesar Rp 170,2 juta karena tidak dibayar oleh pihak penyelenggara program. Pemasok buah tersebut telah mengirimkan buah-buahan sesuai dengan pesanan, namun tidak kunjung menerima pembayaran selama tujuh bulan terakhir.

Di sisi lain, harga telur ayam dan daging ayam potong di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, juga mengalami kenaikan sekitar sepekan setelah program MBG kembali beroperasi usai libur sekolah. Pedagang setempat menduga kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan program MBG.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) juga masih menunggu balasan surat dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kader partainya yang terlibat dalam operasional Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam program MBG. PDI-P telah mengirimkan surat ke BGN untuk meminta data dan informasi mengenai pihak-pihak yang diduga memiliki hubungan dengan kader partai dalam pelaksanaan program MBG.

Kesimpulan dari kasus-kasus tersebut adalah bahwa program MBG masih memiliki beberapa masalah yang perlu diselesaikan, seperti kualitas makanan yang dibagikan, pembayaran kepada pemasok, dan keterlibatan kader partai dalam operasional program. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap program MBG agar dapat berjalan dengan efektif dan bermanfaat bagi siswa sekolah dasar di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *