Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 15 Juli 2026 | Gerhana Matahari Total (GMT) merupakan fenomena alam yang langka dan menarik. Pada tahun 2027, GMT terlama di daratan sepanjang abad ke-21 akan terjadi pada 2 Agustus. Peristiwa ini akan terlihat jelas di atas Ka’bah, Mekah, dan dapat disaksikan di sebagian besar kawasan Semenanjung Arab.
Dampak totalitasnya akan berpusat di wilayah barat Arab Saudi, khususnya di Kota Mekah. Di kota suci ini, pancaran sinar Matahari diperkirakan akan tertutup sepenuhnya dengan durasi kurang lebih 5 menit pada siang menjelang sore hari. Fenomena ini sesaat akan mengubah siang hari menjadi gelap gulita.
Selain di Mekah, fenomena yang dijuluki ‘gerhana abad ini’ tersebut akan melintasi Spanyol selatan, Maroko, dan Mesir. Kota-kota besar yang berada di jalur totalitas antara lain Cadiz dan Malaga di Spanyol, Tangier di Maroko, serta Mekah dan Jeddah di Arab Saudi. Kota Luxor di Mesir diprediksi jadi salah satu destinasi paling populer untuk menyaksikan gerhana ini.
Durasi totalitas maksimum selama 6 menit 23 detik akan terjadi sekitar 60 kilometer di tenggara kota tersebut. Durasi itu jauh melampaui gerhana matahari total 2026 yang hanya berlangsung selama 2 menit 18 detik, maupun gerhana Amerika Utara pada April 2024 yang bertahan selama 4 menit 28 detik.
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 juga disebut sebagai salah satu yang terlama di abad ini. Di lokasi terbaik seperti Luxor, Mesir, fase totalitas diperkirakan mencapai sekitar 6 menit 23 detik, menjadikannya gerhana terlama yang dapat diamati dari daratan hingga tahun 2114.
Jalur gerhana akan melintasi Samudra Atlantik sebelum bergerak ke Spanyol selatan, Gibraltar, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, hingga Somalia. Fenomena tersebut diperkirakan menarik perhatian ilmuwan dan pemburu gerhana dari berbagai negara.
Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga menutupi seluruh piringan Matahari dari sudut pandang pengamat di Bumi. Momen ini memungkinkan ilmuwan mengamati korona Matahari yang biasanya tertutup oleh cahaya terang Matahari.
Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak melihat Matahari secara langsung selama gerhana tanpa pelindung khusus. Pengamatan hanya aman dilakukan menggunakan kacamata gerhana yang memenuhi standar internasional, kecuali saat fase totalitas berlangsung.
Dengan durasi yang panjang dan lintasan yang melewati sejumlah wilayah penting, Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 diperkirakan menjadi salah satu peristiwa astronomi terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Fenomena ini pun diprediksi menarik minat wisatawan, peneliti, dan penggemar astronomi dari seluruh dunia.
Kesimpulan, Gerhana Matahari Total 2027 merupakan fenomena alam yang langka dan menarik. Peristiwa ini akan terlihat jelas di atas Ka’bah, Mekah, dan dapat disaksikan di sebagian besar kawasan Semenanjung Arab. Dengan durasi yang panjang dan lintasan yang melewati sejumlah wilayah penting, Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 diperkirakan menjadi salah satu peristiwa astronomi terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
