<p Nilai tukar rupiah mengalami penguatan pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026, dengan meningkat 0,35 persen menjadi Rp18.065 per dolar AS. Penguatan ini sejalan dengan mata uang Asia lainnya yang juga menguat terhadap dolar AS. Menurut pengamat mata uang, penguatan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan internal, termasuk perang antara Amerika Serikat dan Iran serta kenaikan harga minyak dunia.
Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 Juli 2026 |
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa fundamental perekonomian Indonesia masih solid meski rupiah melemah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS. Ia menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih baik, dengan neraca perdagangan yang positif dan inflasi yang terkendali. Pemerintah juga menyiapkan insentif untuk menjaga daya saing industri nasional, seperti pembebasan bea masuk impor bahan baku plastik dan tarif bea masuk nol persen untuk impor LPG sebagai bahan baku industri petrokimia.
Lembaga internasional seperti World Bank, IMF, dan OECD juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5% pada 2026. Dengan demikian, perekonomian Indonesia dinilai masih aman dan solid. Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya saing industri nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Di sisi lain, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Jumat, dengan 405 saham menguat dan 208 saham melemah. Total frekuensi perdagangan mencapai 1.264.644 kali dengan nilai transaksi harian saham sebesar Rp4,7 triliun. Mayoritas sektor saham mengalami kenaikan, kecuali sektor saham industri, kesehatan, dan keuangan yang mengalami penurunan.
Dalam beberapa hari terakhir, rupiah telah mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Namun, dengan penguatan pada hari Jumat, rupiah berhasil menguat kembali. Pemerintah dan lembaga internasional optimis bahwa perekonomian Indonesia akan terus tumbuh dan berkembang, didorong oleh kebijakan yang tepat dan stabilitas ekonomi yang terjaga.
