KPK Dalami Kasus Suap Bupati Kuansing, Menteri Kehutanan Raja Juli Terlibat

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 Juli 2026 | Kasus suap yang melibatkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif Suhardiman Amby dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kembali mendapat perhatian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Suhardiman Amby yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi selama 2021-2026, juga diduga menerima gratifikasi terkait pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas.

Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, pihaknya masih mendalami jumlah uang yang dikasih oleh Suhardiman Amby kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Budi Prasetyo menjelaskan bahwa KPK masih berupaya menggali keterangan dari para saksi kasus dugaan suap yang menjerat Suhardiman Amby.

Baca juga:

Sebelumnya, KPK telah menggelar operasi tangkap tangan di Kabupaten Kuantan Singingi dan Jakarta pada 29 Juni 2026 dengan mengamankan 10 orang. Operasi tersebut merupakan OTT ke-14 yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain kemudian menyerahkan diri kepada KPK pada 30 Juni 2026.

Di sisi lain, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah melaporkan penolakan gratifikasi serta pengembalian amplop yang diberikan oleh Suhardiman Amby kepada pihak KPK. Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa dirinya baru menyadari keberadaan amplop itu setelah Suhardiman Amby meninggalkan ruangan. Dia kemudian memerintahkan ajudannya untuk mengembalikan amplop tersebut tanpa mengetahui isi di dalamnya.

Sementara itu, KPK juga menyita uang senilai 12.000 dollar Singapura yang merupakan bagian dari uang dalam amplop yang diberikan Suhardiman Amby kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Penyitaan tersebut menjadi barang bukti yang akan didalami penyidik dengan memeriksa sejumlah saksi.

Dalam kasus ini, KPK diduga akan mendalami apakah uang 12.000 dollar Singapura dalam amplop itu sesuai hasil pungutan yang dikumpulkan Suhardiman Amby. Juprizal, Ketua DPRD Kuantan Singingi, berperan mengumpulkan uang dari para petani yang ujungnya akan diserahkan ke bupati.

Kasus suap ini telah menjadi perhatian serius dari KPK dan pemerintah. KPK berharap dapat menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan membawa para pelaku ke pengadilan.

Di lain pihak, Kabupaten Kuantan Singingi juga telah meresmikan 7 Jembatan Merah Putih Presisi yang menjadi simbol kemajuan dan kebersamaan baru bagi warga desa. Jembatan tersebut diresmikan secara serentak oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berharap infrastruktur baru ini dapat mempermudah mobilitas harian warga, mempercepat akses kesehatan dan pendidikan, serta mendongkrak perekonomian daerah.

Plt Bupati Kuansing Muradi mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden dan Kapolri atas peresmian jembatan tersebut. Muradi berharap dengan adanya jembatan ini, perekonomian dan kualitas hidup warga sekitar makin meningkat, serta membuka akses yang lebih baik untuk kemajuan daerah ini.

Menutup sambutannya, Muradi mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat jembatan bersama-sama agar tetap kokoh dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya Desa Jaya Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *