Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 Juli 2026 | Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sepakat untuk menggabungkan empat BUMN manajemen aset menjadi satu entitas di bawah Mandiri Manajemen Investasi. Langkah ini merupakan upaya memperkuat transformasi pengelolaan aset negara dan meningkatkan produktivitas aset BUMN.
Empat BUMN yang akan digabung adalah PNM Investment Management, BNI Asset Manajemen, BRI Manajemen Investasi, dan Mandiri Manajemen Investasi. Mandiri Manajemen Investasi akan menjadi surviving entity setelah merger.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa merger ini bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari upaya membangun platform pengelolaan aset yang lebih terintegrasi, efisien, dan profesional. Dony menegaskan bahwa yang paling penting adalah bagaimana aset-aset BUMN yang sudah ditata dapat dikelola lebih optimal, lebih produktif, dan benar-benar menciptakan nilai tambah bagi negara.
Merger ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset negara, sehingga memberikan nilai tambah dan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi pembangunan nasional. Danantara juga berencana untuk meningkatkan kapabilitas dan tata kelola, meningkatkan efisiensi pengelolaan, serta memperbesar daya tarik investasi.
Dalam upaya memperkuat transformasi BUMN, Danantara juga berkolaborasi dengan yayasan milik Tony Blair, yakni Tony Blair Institute for Global Change (TBI). Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan best practices, memperluas akses terhadap investasi berkualitas, serta mempercepat implementasi berbagai program strategis nasional.
Dengan merger ini, Danantara akan memiliki perusahaan asset management terbesar di Indonesia yang mampu mengintegrasikan portofolio aset, memperkuat kapabilitas dan tata kelola, meningkatkan efisiensi pengelolaan, serta memperbesar daya tarik investasi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas aset BUMN dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
