Kontroversi Jarell Quansah: FIFA Didesak Untuk Memberikan Reprieve Seperti Folarin Balogun

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 07 Juli 2026 | Pertandingan Piala Dunia 2026 kembali memanas dengan kontroversi baru yang melibatkan pemain belakang Inggris, Jarell Quansah. Setelah Folarin Balogun dari Amerika Serikat mendapatkan reprieve dari FIFA atas larangan bermain, politisi Inggris kini mendesak FIFA untuk memberikan perlakuan yang sama kepada Quansah.

Quansah mendapatkan kartu merah pada pertandingan melawan Meksiko pada 5 Juli, yang berarti dia akan absen pada pertandingan selanjutnya. Namun, dengan keputusan FIFA yang kontroversial atas kasus Balogun, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) kini mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Baca juga:

Keputusan FIFA untuk memberikan reprieve kepada Balogun telah menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk dari federasi sepak bola Eropa dan pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel. Mereka menganggap bahwa tekanan politik telah mempengaruhi proses disiplin sepak bola.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, telah mengintervensi untuk mencegah FIFA memajukan waktu pertandingan antara Inggris dan Meksiko, yang awalnya dijadwalkan pada pukul 1 pagi waktu setempat. Starmer khawatir bahwa perubahan waktu pertandingan tersebut akan memberikan keuntungan yang tidak adil bagi tim tuan rumah, Meksiko.

Pertandingan Piala Dunia 2026 terus memanas dengan kontroversi dan drama yang terjadi di luar lapangan. Sementara itu, tim nasional Inggris akan menghadapi Norwegia pada babak perempat final, yang akan menjadi pertandingan yang sangat menantang bagi mereka.

Kontroversi ini telah memicu perdebatan tentang integritas dan konsistensi keputusan FIFA. Apakah Quansah akan mendapatkan reprieve seperti Balogun, atau apakah dia akan tetap absen pada pertandingan selanjutnya? Pertanyaan tersebut masih menunggu jawaban dari FIFA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *