Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Juli 2026 | Anggota Komisi III DPR RI Jazilul Fawaid meminta Polri untuk menghentikan tindakan kekerasan terhadap masyarakat dan tidak lagi melindungi anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum maupun etik. Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 harus dimanfaatkan Polri untuk melakukan pembenahan menyeluruh demi memperkuat kepercayaan publik.
Menurut Jazilul, penegakan hukum harus dilakukan secara humanis, profesional, dan menghormati hak asasi manusia. Ia juga menekankan bahwa tidak boleh ada upaya melindungi anggota bermasalah karena tindakan tersebut justru merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Di sisi lain, Jazilul juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Ia berharap Polri dapat memperbaiki diri dan meningkatkan kinerja untuk memenuhi harapan masyarakat.
Selain itu, Jazilul juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang aktif dalam mendukung kemenangan pasangan Calon Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pemilu Presiden 2014. Ia juga terlibat dalam penanganan kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa Dokter Icha di Timor Tengah Utara (TTU) yang dikaitkan dengan dua anggota DPRD, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani.
PKB dan Golkar menanggapi kasus kematian Dokter Icha dengan mengatakan bahwa mereka akan mendalami kasus itu dan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran. Jazilul menegaskan bahwa partainya akan menindak tegas kader yang melanggar hukum dan tidak akan mentolerir anggota yang mencoreng nama baik partai.
Kesimpulan dari berbagai peristiwa tersebut adalah bahwa Jazilul Fawaid sebagai seorang tokoh publik terus berupaya untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat. Ia meminta Polri untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kinerja untuk memenuhi harapan masyarakat, serta menegaskan bahwa partainya akan menindak tegas kader yang melanggar hukum.
