Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 15 April 2026 | Persib Bandung menancapkan diri di puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan perolehan 64 poin, mengungguli pesaing terdekat Borneo FC yang berada di posisi kedua dengan selisih empat poin. Persija menempati peringkat ketiga, terpaut sembilan poin dari sang juara sementara. Dengan tujuh pertandingan tersisa, setiap laga menjadi krusial dan diperlakukan layaknya final demi mengamankan gelar pertama sejak era Liga 1 modern.
Marc Klok, gelandang asal Belanda yang menjadi kapten tim, menegaskan pentingnya konsistensi. Ia mengingatkan skuad agar tetap fokus pada satu pertandingan pada satu waktu, tanpa terpengaruh tekanan dari kompetitor seperti Borneo FC. “Setiap pekan selalu sama, kami fokus satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” ujar Klok usai kemenangan dramatis melawan Bali United pada pekan ke-27, di mana Persib berhasil menahan tekanan lawan meski bermain dengan sepuluh pemain.
Federico Barba, bek berpengalaman asal Italia, menambah bobot pernyataan itu dengan menekankan pentingnya menjaga momentum. Setelah mencetak gol penentu 3-2 melawan Bali United, Barba menuturkan, “Kami semua bermain untuk sesuatu dan harus tangguh sampai akhir tujuan. Semua pertandingan adalah final.” Ia menegaskan bahwa menjaga performa konsisten menjadi kunci untuk mempertahankan keunggulan dalam hitungan poin.
Jadwal pekan ke-28 menjadi sorotan utama. Persib dijadwalkan menatap Dewa United pada 20 April di Stadion Internasional Banten, sementara Borneo FC akan berhadapan dengan PSM di Stadion Gelora BJ Habibie, Samarinda pada 18 April. Prediksi media menyebut pertemuan Persib vs Dewa United berpotensi imbang, namun peluang tiga poin tetap terbuka lebar bagi Si Merah Kuning bila mereka mampu mengulang pola permainan yang disiplin.
Berikut rangkuman singkat klasemen tiga besar setelah pekan ke-27:
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Persib Bandung | 64 |
| 2 | Borneo FC | 60 |
| 3 | Persija Jakarta | 55 |
Selain Persib, Borneo FC dan Persija juga berada dalam zona kompetitif. Borneo FC akan menguji diri melawan PSM, sebuah tim yang tengah berjuang mengamankan poin demi menekan posisi menengah atas. Sementara Persija dijadwalkan menghadapi PSBS, sebuah pertemuan yang diprediksi menguntungkan Macan Kemayoran mengingat kondisi PSBS yang berada di papan bawah.
Di sisi lain, papan bawah mengalami dinamika yang cukup bergejolak. Tim-tim seperti PSBS, Madura United, dan Persijap berusaha mengumpulkan poin untuk menjauh dari zona degradasi. Semen Padang dan Malut United juga berada dalam situasi kritis, masing-masing harus mengatasi tekanan lawan yang berusaha menumpuk poin di akhir musim.
Tekanan tidak hanya datang dari dalam kompetisi domestik. Beberapa pemain Persib, termasuk Barba, juga menekankan pentingnya performa di ajang AFC Champions League Two, yang dapat memengaruhi moral tim pada level internasional. Barba mencatat bahwa ia telah mencatat empat gol dan dua assist selama musim pertama di Indonesia, menegaskan kontribusinya tidak hanya di lini pertahanan.
Strategi pelatih Persib menitikberatkan pada rotasi pemain yang cermat, mengingat jadwal padat dan kebutuhan untuk menjaga kebugaran. Marc Klok menambahkan bahwa mentalitas “semua pertandingan adalah final” menjadi mantra tim, terutama menjelang fase penentuan yang menuntut konsistensi tinggi.
Dengan sisa tujuh laga, Persib harus mengumpulkan minimal 15 poin untuk memastikan jarak aman dari Borneo FC, yang secara teoritis masih mampu menutup selisih dalam skenario terbaik. Jika Persib berhasil mengamankan dua kemenangan dan satu seri, mereka akan menambah 7 poin, meningkatkan selisih menjadi sebelas poin—sebuah margin yang sulit dikejar pada fase akhir.
Kesimpulannya, Persib Bandung berada pada posisi yang menguntungkan namun tidak boleh lengah. Tekanan dari Borneo FC dan Persija tetap nyata, dan setiap kesalahan kecil dapat mengubah arah persaingan. Dengan bimbingan Marc Klok dan kepemimpinan Federico Barba, tim bertekad menjadikan tujuh laga terakhir sebagai serangkaian final, menjaga momentum, dan mengamankan gelar juara pertama dalam era BRI Super League.
