Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 Juni 2026 | PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) memperluas ekspansi bisnis regional melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT FiberHome Technologies Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup partisipasi dalam pembangunan ASEAN Fiber Connect System (AFC System), pengembangan cabang kabel laut menuju Pontianak, pembangunan konektivitas antarpulau di Indonesia, hingga pemanfaatan kapal khusus FH-21 untuk instalasi dan pemeliharaan jaringan.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis perseroan dalam memperkuat portofolio infrastruktur digital nasional dan regional. Pontianak memiliki posisi geopolitik dan geografis yang sangat strategis sebagai gerbang alternatif konektivitas global Indonesia.
INET akan berperan sebagai mitra pendaratan (landing station partner) di Indonesia sekaligus memperoleh hak akses kapasitas langsung pada jaringan utama AFC System. AFC System merupakan jaringan serat optik bawah laut berkapasitas tinggi yang menghubungkan sejumlah pusat ekonomi di Asia, termasuk Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pembangunan jaringan internasional, tetapi juga memperkuat konektivitas domestik antarpulau melalui jaringan transmisi berkapasitas tinggi. Proyek tersebut mencakup seluruh tahapan pengembangan infrastruktur telekomunikasi, mulai dari perancangan sistem, pengadaan perangkat, penggelaran jaringan, hingga operasional.
INET dan FiberHome juga mengamankan kapal khusus FH-21 yang akan digunakan untuk pemasangan kabel, pemeliharaan preventif, dan perbaikan gangguan darurat pada jaringan kabel bawah laut. Dengan demikian, INET memperkuat fundamental bisnis yang didukung ekosistem aset digital terintegrasi, mulai dari konektivitas domestik, jaringan backbone internasional, hingga fasilitas pendukung operasional kelautan.
Sementara itu, IHSG anjlok 3,56% ke level 5.883 setelah MSCI mempertahankan Indonesia dalam kelompok pasar berkembang (Emerging Market) hingga tinjauan berikutnya pada November 2026. Namun, lembaga indeks global tersebut kembali menyoroti keterbukaan informasi kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi yang dinilai dapat memengaruhi proses pembentukan harga saham yang wajar di pasar.
Pelemahan terjadi secara luas di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan sebanyak 646 saham ditutup melemah, hanya 103 saham menguat, dan 210 saham tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp15,13 triliun dengan volume perdagangan 24,80 miliar saham dan frekuensi transaksi 2.009 juta kali.
Dalam kesimpulan, kerja sama antara INET dan FiberHome Technologies Indonesia merupakan langkah strategis dalam memperkuat portofolio infrastruktur digital nasional dan regional. Dengan demikian, INET memperkuat fundamental bisnis yang didukung ekosistem aset digital terintegrasi, mulai dari konektivitas domestik, jaringan backbone internasional, hingga fasilitas pendukung operasional kelautan.
