Tiga Kapal Indonesia Tiba di Barcelona, Siap Bergabung dalam Global Sumud Flotilla ke Gaza

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 April 2026 | Baru-baru ini, tiga kapal hasil urunan rakyat Indonesia berhasil tiba di pelabuhan Barcelona, Spanyol, sebagai bagian dari konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang bertujuan menembus blokade Israel dan mengirim bantuan ke Gaza. Kedatangan kapal-kapal tersebut menandai langkah penting bagi partisipasi Indonesia dalam aksi internasional yang melibatkan lebih dari seratus kapal dari berbagai negara Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah.

Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara resmi menyatakan dukungan kepada warga negara Indonesia yang bergabung dalam misi ini. Ketua BKSAP, Syahrul Aidi Maazat, menegaskan bahwa keterwakilan Indonesia melalui Gerakan Persatuan Cinta Indonesia (GPCI) merupakan wujud konsistensi perjuangan rakyat Indonesia dalam membantu penghentian penjajahan di Palestina. “Selamat berjuang untuk teman-teman yang mengikuti kegiatan Global Sumud Flotilla. Mudah-mudahan Allah kuatkan dan Allah jaga semuanya dan tujuan kita bisa tercapai dan pada akhirnya Palestina merdeka,” ujarnya dalam sebuah siaran pers video yang disebarkan oleh Republika pada 13 April 2026.

Baca juga:

Enam delegasi GPCI sudah berada di Barcelona untuk mengikuti seremonial keberangkatan kapal-kapal kemanusiaan tersebut. Di antara mereka, Maimon Herawati selaku Koordinator Dewan Pengarah GPCI dan Chiki Fawzi, seorang relawan sekaligus influencer, akan naik kapal bersama para aktivis dari lebih seratus negara. Delegasi lain, yaitu Muhammad Husein, Syaafawi, dan Sugandhi, berangkat ke Libya untuk bergabung dalam konvoi darat yang akan menembus blokade Gaza melalui Mesir.

Global Sumud Flotilla 2.0 direncanakan menempuh dua jalur utama: jalur laut Mediterania yang akan berangkat dari pelabuhan-pelabuhan di Prancis, Spanyol, Italia, dan Yunani, serta jalur darat dari Libya melalui Mesir. Diperkirakan lebih dari seribu relawan dan aktivis akan berpartisipasi, dengan lebih dari seratus kapal berlayar bersamaan. Tujuan utama konvoi ini adalah mengirimkan obat-obatan, makanan, air bersih, perlengkapan bayi, dan kebutuhan perempuan ke Gaza yang selama ini berada di bawah blokade ketat.

Namun, misi ini tidak lepas dari tantangan besar. Sejak insiden 2010 di mana armada Freedom Flotilla yang dipimpin oleh organisasi Turki IHH diserang Israel, menewaskan 10 aktivis dan melukai puluhan lainnya, Israel meningkatkan kesiapsiagaan militernya. Kapal-kapal tempur, termasuk fregat, kapal selam, dan helikopter, siap mengintersep setiap upaya menembus blokade. Selain itu, operasi sabotase terhadap kapal peserta kadang terjadi jauh dari zona konflik, seperti di Malta, Yunani, atau Siprus.

Sejarah mencatat dua kapal dari Free Gaza Movement, SS Liberty dan SS Free Gaza, berhasil berlabuh di Gaza pada Agustus 2008, namun sejak itu tidak ada konvoi yang berhasil menembus blokade secara keseluruhan. Kegagalan delegasi Indonesia pada tahun sebelumnya, yang tidak dapat menempatkan 30 aktivis di kapal karena masalah logistik, menjadi pelajaran penting bagi GPCI. Kali ini, GPCI memastikan tiga kapal yang telah dikirim dari Indonesia berada di Barcelona dan siap berangkat bersama armada internasional.

GPCI juga menuntut agar pemerintah Indonesia memberikan perlindungan diplomatik bagi warganya yang terlibat dalam konvoi. Mengingat risiko penangkapan, penculikan, atau deportasi oleh pihak Israel maupun negara transit, dukungan resmi dianggap krusial untuk menjamin keselamatan relawan. “Perlindungan warga negara penting, mengingat selama ini misi pelayaran Global Sumud Flotilla berujung pada penculikan dan penangkapan oleh serdadu Zionis Israel,” kata Maimon Herawati.

Meski terdapat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk konflik Iran‑AS dan operasi militer Israel di Lebanon, para aktivis tetap bertekad melanjutkan misi. Mereka menekankan bahwa ukuran keberhasilan bukanlah apakah kapal berhasil berlabuh di Gaza, melainkan keberanian dunia sipil untuk menentang blokade dan memperjuikan hak asasi manusia di wilayah tersebut.

Dengan tiga kapal Indonesia kini berada di Barcelona, harapan masyarakat Indonesia untuk berkontribusi secara langsung dalam bantuan kemanusiaan kepada Gaza kembali menguat. Seluruh dunia menantikan perkembangan selanjutnya, terutama apakah konvoi ini dapat menembus blokade Israel dan mengirimkan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh penduduk Gaza.

Jika konvoi berhasil, ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi gerakan solidaritas internasional dan menegaskan peran aktif Indonesia dalam diplomasi kemanusiaan. Namun, apapun hasilnya, partisipasi Indonesia dalam Global Sumud Flotilla menunjukkan komitmen kuat bangsa ini terhadap perdamaian dan keadilan di Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *