Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 22 Juni 2026 | Piala Dunia 2026 telah memasuki babak yang sangat penting, dan salah satu pertandingan yang paling menarik adalah antara Skotlandia dan Maroko. Pertandingan ini tidak hanya menarik karena hasilnya, tetapi juga karena kontroversi yang terjadi di lapangan.
Salah satu insiden yang paling kontroversial adalah ketika John McGinn, gelandang Skotlandia, terjatuh di dalam kotak penalti Maroko dan tidak diberikan tendangan penalti oleh wasit. Keputusan ini menyebabkan protes dari pemain Skotlandia dan pelatih mereka.
Menurut Stephen McGinn, saudara kandung John McGinn, wasit menjelaskan bahwa bola sedang dalam perjalanan keluar lapangan saat terjadi tekel oleh pemain Maroko, Nael Al-Ainawi. Namun, ini tidak masuk akal karena bola yang keluar dari lapangan tidak menjadi alasan untuk tidak memberikan pelanggaran di dalam kotak penalti.
Pertandingan ini juga diwarnai dengan tuntutan penalti lain dari pihak Skotlandia yang diajukan oleh Scott McTominay setelah terjadi kontak dengan Al-Aynawi. Namun, para analis sepakat bahwa insiden yang dialami McGinn adalah yang paling jelas.
Mantan bintang Skotlandia, Neil McCann, setuju dengan pandangan tersebut dan mengatakan bahwa McGinn cerdas dan berusaha melindungi bolanya dengan posisi tubuhnya untuk meredam benturan. Meskipun pelanggarannya tidak terlalu keras, kontak tersebut cukup untuk menjatuhkannya.
Kontroversi tidak berhenti pada penalti, melainkan meluas ke tuntutan agar bek Maroko, Issa Diop, diusir dari lapangan setelah ia melakukan tekel terhadap penyerang Che Adams dan menghalangi peluang emasnya untuk mencetak gol karena ia dianggap sebagai “bek terakhir”.
Dalam kesimpulan, pertandingan antara Skotlandia dan Maroko di Piala Dunia 2026 telah meninggalkan banyak pertanyaan dan kontroversi. Keputusan wasit yang tidak konsisten dan tindakan pemain yang tidak sportif telah merusak suasana pertandingan dan meninggalkan kesan yang tidak enak bagi penggemar sepak bola.
