Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 April 2026 | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini kembali menjadi sorotan publik setelah temuan warganet mengungkap bahwa motor listrik operasional yang digunakan, Emmo JVX GT, memiliki kemiripan mencolok dengan motor asal China yang dijual di platform Alibaba. Penelusuran mendalam menunjukkan bahwa motor tersebut, yang dipasarkan dengan merek lokal Emmo, pada dasarnya adalah produk rebranded dari model Kollter ES1‑Pro atau ES1‑X Pro yang diproduksi oleh Jiangsu Keyroad Transportation Technology Co., Ltd.
Pengamatan pertama datang dari akun X @ghozyulhaq, yang menyoroti kesamaan desain rangka, lampu sein, velg, serta konfigurasi komponen antara Emmo JVX GT dan motor China tersebut. Dalam unggahannya, ia menulis, “Ini motor yang sama, hanya beda stiker aja. Di luar pakai nama Kollter, Artisan, Tinbot, bahkan Joule. Di Indonesia jadi Emmo. Pabrik aslinya tentu saja di China.” Klaim serupa juga diulang oleh kreator konten Aryo Pamungkas, yang menyebut bahwa motor MBG hanya merupakan rakitan impor berharga antara Rp8 hingga Rp10 juta, jauh di bawah nilai pengadaan resmi yang dilaporkan mencapai Rp42‑57 juta.
Data harga di marketplace Alibaba memperkuat dugaan tersebut. Motor Kollter ES1‑Pro terdaftar dengan harga di bawah Rp20 juta, bahkan ada penawaran khusus sekitar Rp14 juta per unit. Sementara motor yang sama, bila dibeli melalui saluran resmi di Indonesia dengan merek Emmo, dibanderol mulai Rp40‑50 juta, dan menurut dokumen resmi PT Adlas Sarana Elektrik di Bogor, harga resmi mencapai Rp56,8 juta. Selisih harga yang signifikan menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dalam proses pengadaan publik.
Dari sisi teknis, kedua motor memang berbagi platform yang sama. Emmo JVX GT dilengkapi motor mid‑drive BLDC dengan daya 3.800 Watt (puncak 7.000 Watt), kecepatan maksimal 80 km/jam, serta baterai 72V 31Ah yang menjanjikan jarak tempuh hingga 70 km. Dimensi motor mencakup panjang 2.080 mm, lebar 860 mm, tinggi 1.150 mm, serta ground clearance 320 mm. Berat kosong 110 kg dan kapasitas angkut maksimal 200 kg menjadikannya cocok untuk keperluan operasional lapangan. Sementara Kollter ES1‑Pro, yang dipasarkan di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, memiliki spesifikasi serupa meski terdapat variasi pada tipe ban dan sistem pengereman, yang biasanya menggunakan kombinasi rem cakram ganda (CBS).
Praktik rebranding atau Original Equipment Manufacturer (OEM) bukan hal baru dalam industri otomotif. Produk yang sama sering dijual di pasar berbeda dengan merek yang berbeda, menyesuaikan preferensi lokal. Namun, ketika produk tersebut masuk ke dalam paket pengadaan pemerintah, transparansi harga menjadi krusial. Jika motor yang sama dapat dibeli dengan harga di bawah Rp20 juta di platform internasional, maka selisih ratusan juta rupiah pada pengadaan domestik menimbulkan potensi kerugian fiskal dan menurunkan kepercayaan publik.</n
Selain isu harga, muncul pula pertanyaan mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). PT Adlas Sarana Elektrik mengklaim TKDN Emmo JVX GT mencapai 48,5 persen, yang seharusnya meningkatkan nilai tambah lokal. Namun, jika mayoritas komponen utama seperti motor listrik, baterai, dan rangka berasal dari pabrik China, maka klaim tersebut perlu diverifikasi lebih lanjut oleh lembaga terkait.
Berita lain yang relevan menggarisbawahi tren penggunaan baterai LiFePO4 pada motor listrik. Baterai jenis ini dikenal lebih tahan panas dan memiliki umur pakai yang lebih lama, cocok untuk iklim tropis Indonesia. Meskipun tidak secara eksplisit disebutkan pada Emmo JVX GT, adopsi teknologi baterai ini dapat menjadi poin penilaian tambahan dalam proses pengadaan, mengingat daya tahan dan keamanan yang lebih tinggi dibandingkan baterai lithium standar.
Kesimpulannya, temuan motor listrik MBG yang beredar di Alibaba mengungkap praktik rebranding yang luas serta perbedaan harga yang signifikan antara pasar global dan pengadaan domestik. Pemerintah dan lembaga pengadaan perlu melakukan audit mendalam, memastikan bahwa proses belanja publik tidak mengabaikan opsi pembelian yang lebih ekonomis serta mematuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas. Sementara itu, konsumen dan masyarakat luas diharapkan tetap kritis terhadap klaim harga dan spesifikasi produk, terutama dalam konteks program pemerintah yang melibatkan dana publik.
