Reformasi Besar-Besaran Badan Gizi Nasional: Menuju Makan Bergizi yang Lebih Baik

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 15 Juni 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) sedang menjalani reformasi besar-besaran dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk memperbaiki tata kelola program dan meningkatkan kualitas makanan yang disajikan. BGN menggandeng koki selebriti Chef Arnold Purnomo untuk merombak manajemen dapur, kualitas sumber daya manusia, dan penyusunan bank menu.

Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa peta jalan perbaikan telah disiapkan dengan fokus pada ketepatan sasaran. Program MBG akan dievaluasi agar tidak lagi diarahkan ke sekolah-sekolah dari kalangan mampu, melainkan difokuskan murni untuk anak-anak yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.

Baca juga:

Selain itu, BGN siap mengoptimalkan pendanaan alternatif yang bersumber dari CSR BUMN, hibah luar negeri, hingga partisipasi pihak swasta di kawasan terpencil. Reformasi besar-besaran ini tidak hanya menyasar pada perbaikan kualitas gizi, tetapi juga pembersihan tata kelola dari indikasi penyelewengan anggaran.

BGN telah menghentikan sementara operasional 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung karena sarana dan prasarana tidak memenuhi standar keamanan pangan dan adanya indikasi monopoli supplier. Penerima manfaat dari SPPG yang dihentikan sementara akan dialihkan ke dapur lain.

Program MBG terus berjalan dan ditargetkan mampu menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2026, meliputi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Hingga kini, BGN mencatat sekitar 62 juta orang telah terlayani oleh puluhan ribu dapur yang beroperasi.

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus tata kelola MBG, termasuk eks Kepala BGN Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, dan bos penyedia motor listrik BGN. Kejagung menduga ada penyimpangan dalam tata kelola program MBG, antara lain dugaan afiliasi para tersangka dengan yayasan pengelola SPPG hingga dugaan mark up pengadaan motor listrik, sepatu, tablet, serta televisi.

Istana telah menegaskan bahwa program MBG tidak akan disetop, karena program ini merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesehatan, kecerdasan, hingga menurunkan angka stunting pada generasi muda. BGN tetap akan menjalankan program MBG sambil terus mengevaluasi dan membenahi tata kelolanya.

Kesimpulan, reformasi besar-besaran BGN dalam program MBG merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas makanan yang disajikan dan memperbaiki tata kelola program. Dengan demikian, program MBG dapat terus berjalan dan memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan intervensi gizi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *