Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 Juni 2026 | Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad baru-baru ini mengadakan pertemuan strategis dengan otoritas fiskal dan moneter, termasuk Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam rangka menstabilkan ekonomi nasional dan memperkuat nilai tukar Rupiah.
Langkah ini mendapat apresiasi dari kalangan pengamat, termasuk Peneliti Indikator Politik Indonesia (IPI) Bawono Kumoro, yang menilai bahwa inisiatif Dasco memfasilitasi pertemuan antara otoritas fiskal dan moneter sebagai langkah konkret yang sangat dibutuhkan pasar saat ini.
Menurut Bawono, sinergi antara otoritas fiskal dan moneter yang dimediasi oleh lembaga legislatif memberikan sinyal positif bagi para investor. Ia juga menilai bahwa peran strategis parlemen di bawah kepemimpinan saat ini tidak lagi hanya terpaku pada fungsi-fungsi klasiknya seperti legislasi, pengawasan, dan penganggaran, tetapi mulai mengambil peran sebagai katalisator solusi dalam kondisi krisis atau ketidakpastian ekonomi.
Dasco juga mengadakan pertemuan dengan perwakilan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPJS, dan asuransi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membahas kondisi pasar saham dan peluang pembelian kembali saham BUMN. Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif bagi para investor dan memperkuat kepercayaan pasar.
Nilai tukar Rupiah juga mengalami penguatan setelah pertemuan strategis tersebut, dengan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat mencapai level Rp17.900 per Dolar AS. Ini merupakan lonjakan signifikan setelah sebelumnya sempat melemah signifikan.
Di tengah-tengah isu perombakan Kabinet Merah Putih, dua nama yang dilirik untuk mengisi posisi Menteri Keuangan adalah Muhammad Chatib Basri dan Budi Gunadi Sadikin. Keduanya memiliki latar belakang yang kuat di bidang ekonomi dan keuangan, dan diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi perekonomian nasional.
Kesimpulan bahwa pertemuan strategis yang diadakan oleh Dasco membuktikan bahwa lembaga legislatif dapat berperan aktif dalam menyelesaikan masalah ekonomi nasional. Dengan sinergi antara otoritas fiskal dan moneter, serta peran aktif dari lembaga legislatif, diharapkan perekonomian nasional dapat kembali stabil dan memperkuat kepercayaan pasar.
