Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 Juni 2026 | Pasar saham Korea Selatan (KOSPI) mengalami pemulihan yang cepat setelah penurunan sebelumnya. Pada 9 Juni, indeks KOSPI melonjak 8,2% menjadi 8.096,93 setelah sebelumnya jatuh 8,3%. Pembeli ritel Korea, yang dikenal sebagai “semut”, membeli saham yang jatuh dan menjadi katalisator untuk pemulihan ini.
Pembeli asing, di sisi lain, menjual saham senilai 5,56 triliun won, atau sekitar $3,7 miliar, dalam satu hari saja. Pembeli institusional juga bergabung dengan penjualan. Namun, pembeli ritel menyerap semua penjualan dan bahkan lebih, sehingga mengubah apa yang bisa menjadi penurunan dua hari menjadi pemulihan dalam satu hari.
Penurunan sebelumnya dipicu oleh data pekerjaan AS yang kuat, yang memicu spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan melanjutkan kenaikan suku bunga. KOSPI jatuh keras dan memicu circuit breaker, mekanisme otomatis yang menghentikan perdagangan saat kerugian melebihi ambang tertentu.
Pembeli ritel Korea telah menjadi faktor kunci dalam pasar saham Korea selama setahun terakhir. Mereka membeli saham yang jatuh dan mengubahnya menjadi peluang untuk membeli dengan harga yang lebih murah. Pembeli ritel ini telah membeli saham senilai $70 miliar sejauh ini, sehingga mengimbangi penjualan asing senilai $62 miliar.
Namun, perlu diingat bahwa utang margin pembeli ritel Korea telah mencapai rekor 60 triliun won, atau sekitar $39 miliar, pada akhir Mei. Ini merupakan pertanda bahwa pasar saham Korea masih rentan terhadap fluktuasi dan perubahan suasana hati pembeli.
Kesimpulan, pemulihan KOSPI yang cepat setelah penurunan sebelumnya menunjukkan bahwa pembeli ritel Korea masih memiliki kekuatan besar dalam pasar saham. Namun, perlu diingat bahwa utang margin yang tinggi dan penjualan asing yang besar masih merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam pasar saham Korea.
