Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Juni 2026 | Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, baru-baru ini menjadi sorotan karena beberapa kejadian yang cukup unik. Salah satunya adalah pernikahan poligami yang dilangsungkan oleh seorang pimpinan pondok pesantren di daerah tersebut. Pernikahan ini menjadi viral di media sosial karena istri pertama sang pimpinan pondok pesantren secara sukarela "menghadiahkan" seorang santriwati berusia 19 tahun sebagai istri kedua untuk suaminya.
Peristiwa ini memicu perdebatan warganet mengenai praktik poligami serta relasi kuasa di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan. Sementara itu, di bidang lain, Paguyuban Honda Kuningan (PHK) juga menggelar kegiatan Kopi Darat Gabungan (KOPDARGAB) yang bertujuan untuk memperluas jaringan persaudaraan sekaligus menyatukan seluruh klub di bawah satu wadah silaturahmi.
Kegiatan ini dihadiri oleh 21 klub motor Honda dan menjadi ajang untuk membahas beberapa agenda penting, seperti penyusunan logo sebagai identitas resmi PHK dan rencana pembuatan seragam identitas member. Antusiasme peserta pun sangat membanggakan, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan sukses.
Dalam bidang kesehatan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendukung empat langkah Badan Gizi Nasional (BGN) baru dalam upaya menata ulang pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah-langkah tersebut meliputi refocusing penerima manfaat, moratorium pembangunan dapur baru, pembenahan dapur yang telah beroperasi, serta penyusunan skema baru pelaksanaan MBG di wilayah 3T.
Sementara itu, KPK juga melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, yang menjerat Bupati Muara Enim Edison sebagai tersangka dalam perkara suap pada proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim. KPK bekerja sama dengan Korps Pemberantas Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam penanganan kasus ini.
Dalam OTT tersebut, KPK menyita uang mencapai Rp 2 miliar dari hasil OTT di Kabupaten Muara Enim. Barang bukti uang yang disita ini terdiri dari rupiah, riyal, dan dolar. Dengan demikian, kasus ini menjadi salah satu contoh upaya pemerintah dalam memerangi korupsi di Indonesia.
Kesimpulan: Kabupaten Kuningan saat ini menjadi sorotan karena beberapa kejadian yang cukup unik, mulai dari pernikahan poligami hingga kegiatan bikers dan upaya pemerintah dalam memerangi korupsi. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa Kabupaten Kuningan merupakan daerah yang dinamis dan memiliki berbagai kegiatan yang menarik perhatian masyarakat.
