Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Juni 2026 | Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon, memimpin Delegasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada penyelenggaraan Sidang ke-22 TNI-Singapore Armed Forces Annual Staff Meeting (TSASM) 2026 di Singapura. Kegiatan ini berlangsung pada 2-4 Juni 2026 dan merupakan forum konsultasi strategis tahunan antara TNI dan Singapore Armed Forces (SAF) untuk mengevaluasi serta memperkuat kerja sama pertahanan bilateral kedua negara.
Sidang yang dipimpin oleh Kasum TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff – Joint Staff Singapore Armed Forces, Brigadier General Chan Ching Hao, menjadi wadah strategis untuk meninjau pelaksanaan berbagai program kerja sama pertahanan yang telah berjalan dan membahas arah pengembangan kerja sama pada tahun-tahun mendatang.
Pertemuan bilateral ini merupakan langkah strategis dalam bidang pertahanan yang telah berjalan sekaligus menjadi forum untuk membahas isu strategis dalam bidang pertahanan. Dengan demikian, TNI dan SAF dapat merencanakan sidang TSASM berikutnya dan memperkuat kerja sama pertahanan antara kedua negara.
Di sisi lain, TNI juga terus mengembangkan kemampuan dan teknologi untuk mendukung operasi militer modern. Salah satu contoh adalah pengembangan kemampuan drone tempur yang dilakukan oleh pasukan pengendali drone tempur TNI. Mereka memiliki kemampuan spesifik sebagai pengguna drone, termasuk drone tempur kamikaze, dan dapat memanfaatkan serta mengembangkan teknologi tanpa awak untuk mendukung operasi militer.
Pengembangan kemampuan drone tempur ini menjadi salah satu fokus pengembangan TNI seiring perkembangan karakter peperangan modern yang semakin mengandalkan teknologi tanpa awak. Dengan demikian, TNI dapat meningkatkan kemampuan operasional dan memperkuat pertahanan negara.
Kesimpulan, TNI terus berupaya memperkuat kerja sama pertahanan dengan negara-negara lain, termasuk Singapura, melalui forum-forum konsultasi strategis seperti TSASM. Selain itu, TNI juga terus mengembangkan kemampuan dan teknologi untuk mendukung operasi militer modern, seperti pengembangan kemampuan drone tempur. Dengan demikian, TNI dapat meningkatkan kemampuan operasional dan memperkuat pertahanan negara.
