Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Juni 2026 | Badan Pangan Nasional (BGN) baru-baru ini mengalami perubahan kepemimpinan dengan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Perubahan ini diharapkan dapat membawa dampak positif pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program unggulan pemerintah.
Menurut Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI), Indah Yuli Sartika, pergantian kepemimpinan BGN menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola dan menjangkau semakin banyak penerima manfaat. APJI menilai program berskala nasional tersebut membutuhkan sistem yang semakin matang, terukur, dan adaptif terhadap berbagai dinamika di lapangan.
Nanik S. Deyang, Kepala BGN yang baru, berencana untuk melakukan pembenahan besar-besaran dalam program MBG. Salah satu langkah yang diambil adalah menghentikan sementara penambahan dapur baru serta mengevaluasi dapur yang sudah beroperasi. Nanik menegaskan tidak akan ragu menjatuhkan sanksi terhadap dapur yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.
BGN juga berencana untuk membatasi jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG maksimal hanya enam unit per kecamatan. Keputusan ini diambil karena sudah ada lebih dari 27.000 SPPG yang beroperasi, dan BGN ingin memastikan bahwa penyaluran MBG di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi prioritas.
Pemerintah juga mengumpulkan enam pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengawal program direktif Presiden dalam Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden. Program direktif presiden mencakup isu mendasar dan langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti pertumbuhan ekonomi, Makan Bergizi Gratis (MBG), penghapusan kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi daerah, percepatan penurunan stunting, swasembada pangan, sekolah rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, pembangunan tiga juta rumah, sekolah garuda, dan koperasi merah putih.
Kesimpulan dari perubahan kepemimpinan BGN dan rencana pembenahan program MBG adalah bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki kualitas layanan dan keamanan pangan bagi masyarakat. Dengan memperkuat tata kelola dan menjangkau semakin banyak penerima manfaat, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
