Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Juni 2026 | Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 untuk jenjang SD hingga SMP telah resmi diumumkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dari hasil tersebut, terlihat adanya perbedaan rata-rata nilai antar mata pelajaran.
Nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Indonesia tercatat lebih tinggi dibandingkan Matematika. Hal ini menjadi salah satu poin yang terlihat dari hasil penilaian secara nasional. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan bahwa rata-rata nilai yang terlihat rendah dipengaruhi jumlah peserta TKA di Jawa Timur yang sangat besar sehingga hasil akhirnya merupakan akumulasi capaian seluruh wilayah.
Menurut data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), rata-rata nilai Bahasa Indonesia peserta TKA SMP di Jawa Timur mencapai 63,47, sedangkan matematika berada pada angka 41,45. Jumlah peserta TKA SMP di Jawa Timur tercatat sebanyak 587.167 siswa.
Dari hasil tersebut, kategori siswa istimewa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia mencapai 0,07 persen, sementara kategori istimewa matematika sebesar 0,03 persen. Adapun kategori siswa dengan capaian memadai pada mata pelajaran Bahasa Indonesia mencapai 50,91 persen. Sementara itu, kategori memadai untuk matematika berada pada angka 68,82 persen.
Ia menjelaskan nilai TKA siswa kini telah masuk dalam sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan akan diakumulasikan sesuai jalur penerimaan yang dipilih siswa. Menurut dia, penguatan literasi dan numerasi akan terus dilakukan bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota guna meningkatkan pemerataan capaian akademik siswa di seluruh daerah.
Dalam proses pendaftaran SPMB Jateng 2026, nilai TKA sudah otomatis masuk ke aplikasi. Sehingga, Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) cukup diperlihatkan ketika nanti siswa daftar ulang. Peserta SPMB Jateng 2026 sudah bisa mengajukan akun dan melakukan aktivasi akun.
Kesimpulan dari hasil TKA 2026 menunjukkan bahwa masih terdapat perbedaan capaian antardaerah dan mempengaruhi rata-rata nilai provinsi. Oleh karena itu, penguatan literasi dan numerasi harus dilakukan pemerataan di seluruh wilayah untuk meningkatkan pemerataan capaian akademik siswa.
