El Niño Mengancam: Tahun-Tahun Terpanas di Depan dan Dampaknya pada Iklim Global

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 Mei 2026 | El Niño, fenomena alam yang terjadi ketika suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur meningkat di atas rata-rata, kembali menjadi perhatian global. Badan Meteorologi Amerika Serikat (NOAA) memperkirakan peluang El Niño terjadi sekitar 61% antara Mei dan Juli, dengan kemungkinan kuat bahwa fenomena ini akan mempengaruhi pola cuaca dunia, termasuk di Inggris.

El Niño terbentuk ketika suhu permukaan laut di Pasifik meningkat, mengganggu pola angin global dan pergerakan curah hujan di seluruh dunia. Ini merupakan bagian dari siklus alam yang disebut El Niño-Southern Oscillation (ENSO), yang berganti antara fase El Niño yang lebih hangat dan La Niña yang lebih dingin setiap beberapa tahun.

Baca juga:

Britania Raya tidak terlalu terpengaruh oleh dampak dramatis El Niño seperti yang terjadi di wilayah dekat Pasifik, tetapi El Niño masih dapat mempengaruhi cuaca Inggris melalui perubahan sirkulasi atmosfer dan jet stream. Peristiwa El Niño yang kuat secara historis terkait dengan musim dingin yang lebih hangat dan basah di bagian Eropa Utara, termasuk Inggris.

Namun, para ilmuwan menekankan bahwa hubungan ini kompleks dan tidak semua peristiwa El Niño menghasilkan dampak yang sama. Penelitian juga menunjukkan bahwa tahun-tahun El Niño dapat meningkatkan peluang musim dingin yang lebih dingin dari rata-rata di Britania Raya, karena pergeseran jet stream membuatnya lebih mungkin bagi udara Arktika yang dingin untuk bergerak lebih jauh ke selatan.

Lebih luas, El Niño cenderung meningkatkan suhu global dengan melepaskan panas yang tersimpan di lautan ke atmosfer. Ini dapat meningkatkan kemungkinan suhu rekaman di seluruh dunia, menambahkan pada dampak jangka panjang perubahan iklim. Bagi Inggris, ini bisa berarti risiko yang lebih besar akan cuaca yang tidak biasa, mulai dari periode hangat yang tidak musim hingga curah hujan yang lebih berat.

Perubahan pada jalur badai Atlantik juga dapat mempengaruhi di mana badai musim dingin berkembang dan bagaimana mereka mempengaruhi negara tersebut. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa Bumi hampir pasti akan mengalami tahun-tahun terpanas sepanjang sejarah sebelum tahun 2030, didorong oleh krisis iklim yang memburuk dan fenomena El Niño.

Kepala Iklim PBB, Simon Stiell, menyoroti dampak nyata dari gelombang panas yang melanda Eropa baru-baru ini sebagai peringatan keras bagi masyarakat internasional. Stiell menegaskan bahwa setiap negara memiliki tugas utama untuk segera melepaskan ketergantungan dari energi kotor demi meminimalkan dampak buruk perubahan iklim.

Dalam menghadapi ancaman ini, penting bagi dunia untuk bersatu dan mengambil tindakan yang lebih serius dalam mengatasi perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Ini termasuk transisi ke energi bersih, meningkatkan efisiensi energi, dan melindungi ekosistem yang rentan. Hanya dengan kerja sama global dan komitmen untuk mengatasi krisis iklim, kita dapat menghindari dampak terburuk dari El Niño dan perubahan iklim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *