Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 Mei 2026 | Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah telah ditetapkan akan jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat Indonesia yang telah menantikan jadwal libur panjang di pertengahan tahun. Keputusan resmi ini berdasarkan hasil sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, memastikan keseragaman perayaan di seluruh negeri.
Selain libur nasional, pemerintah juga menetapkan cuti bersama Idul Adha pada Kamis, 28 Mei 2026. Rangkaian hari libur ini membuka peluang bagi masyarakat untuk menikmati long weekend yang lebih panjang, terutama bagi mereka yang dapat mengambil cuti pribadi. Dengan demikian, perencanaan aktivitas seperti mudik, perjalanan wisata, atau berkumpul bersama keluarga dapat dilakukan jauh-jauh hari.
Menjelang Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dengan menjalankan puasa sunah di awal Dzulhijjah. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah atau Senin, 25 Mei 2026, sedangkan puasa Arafah jatuh pada 9 Dzulhijjah atau Selasa, 26 Mei 2026 dengan keutamaan besar dalam penghapusan dosa.
Takbiran Idul Adha juga menjadi tradisi yang tidak kalah penting. Umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak lantunan takbir pada rentang waktu tertentu, mulai dari setelah sholat fardhu selama lima hari berturut-turut, mulai 9 hingga 13 Dzulhijjah. Takbiran ini dilakukan sebagai bentuk suka cita dalam menyambut Lebaran Kurban dan dapat dilakukan secara berjamaah di masjid atau mushola.
Idul Adha memiliki makna yang sangat dalam, yaitu sebagai peringatan akan kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya, Ismail, sebagai tindakan ketaatan kepada Allah SWT. Perayaan ini juga mengingatkan umat Islam akan pentingnya berkorban dan berbagi dengan orang lain, terutama dengan mereka yang membutuhkan.
Tradisi lain yang tidak kalah menarik adalah pembagian daging kurban. Setelah proses penyembelihan hewan kurban, dagingnya akan dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan orang-orang yang membutuhkan. Ini merupakan simbol dari kepedulian sosial dan rasa syukur atas nikmat yang telah diterima.
Dalam menyambut Idul Adha, umat Islam juga sering menggunakan pantun sebagai salah satu bentuk ucapan selamat. Pantun ini biasanya berisi doa, harapan, dan pesan moral yang mendalam, sehingga menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan pesan dengan cara yang lebih santai dan menyenangkan.
Idul Adha 2026 menjadi momentum yang tepat bagi umat Islam untuk memperkuat ikatan keluarga, mempererat silaturahmi, dan memperbanyak amal ibadah. Dengan memahami makna dan tradisi di balik perayaan ini, diharapkan umat Islam dapat merayakan Idul Adha dengan lebih bermakna dan penuh makna.
