Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 Mei 2026 | Dewan eksekutif International Monetary Fund (IMF) telah menyetujui pengeluaran dana sekitar US$1 miliar untuk Argentina, yang merupakan bagian dari kesepakatan utang US$20 miliar. Keputusan ini diambil setelah staf IMF menyelesaikan tinjauan kedua program 48-bulan Extended Fund Facility (EFF) yang disepakati pada April 2025.
Argentina telah menerima US$15,8 miliar dari total US$20 miliar yang disepakati dalam program EFF. Pemerintah Argentina berencana untuk melakukan pembayaran pokok utang pada September mendatang. IMF menyebut tinjauan ini sebagai ‘milestone’ dan menekankan bahwa program ini dapat mencapai sekitar US$21 miliar, bukan US$20 miliar seperti yang awalnya diumumkan.
Di sisi lain, Senegal menghadapi tekanan ekonomi yang meningkat setelah IMF membekukan program pinjaman US$1,8 miliar karena laporan utang yang tidak akurat. Presiden Senegal, Bassirou Diomaye Faye, telah memecat Perdana Menteri Ousmane Sonko dan membubarkan pemerintah, yang dapat memperburuk ketidakpastian ekonomi di negara tersebut.
Sementara itu, krisis minyak di Timur Tengah telah memperburuk tekanan pada Haiti, yang sudah menghadapi krisis kemanusiaan dan keamanan. IMF telah memperpanjang program pemantauan staf dengan Haiti hingga Juni 2027 untuk membantu negara tersebut mempertahankan stabilitas makroekonomi selama transisi politik yang rapuh.
WAEMU (West African Economic and Monetary Union) juga menghadapi tantangan ekonomi, terutama karena penurunan harga pangan yang telah mempengaruhi pendapatan petani. Namun, kenaikan harga pupuk nitrogen akibat krisis energi global dapat meningkatkan harga pangan dan membantu petani di wilayah tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, IMF telah berusaha untuk membantu negara-negara yang menghadapi kesulitan ekonomi dengan menyediakan dana dan program pemantauan. Namun, tantangan ekonomi global yang semakin kompleks memerlukan upaya yang lebih besar dan kolaboratif dari berbagai pihak untuk mengatasi kesulitan tersebut.
