Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 Mei 2026 | Harga kedelai impor yang terus meningkat membuat para pedagang tempe di Jakarta terpaksa melakukan strategi untuk tetap bertahan di pasar. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengurangi ukuran produk tempe yang dijual.
Faris, salah satu perajin tempe di Kompleks Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Kopti) Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, mengungkapkan bahwa kenaikan harga kedelai sangat terasa. Ia mencatat bahwa harga kedelai yang biasa dibelinya perlahan naik hingga menembus angka Rp 11.000 per kilogram.
Menurut Faris, kenaikan harga kedelai ini disebabkan oleh bahan baku yang digunakan adalah bahan impor dari luar negeri. Sehingga, kenaikan nilai tukar dolar membuat biaya impor semakin tinggi dan membuat para pedagang semakin tercekik.
Pedagang tahu di Kopti Semanan, Abdul Azis, juga melakukan strategi serupa dengan mengurangi ukuran tahu yang dijual. Ia mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk tetap menjaga harga jual yang kompetitif di pasar.
Di sisi lain, keragaman kuliner Indonesia juga memiliki beberapa makanan yang memiliki kemiripan tetapi berbeda rasa dan daerah asal, seperti gado-gado, ketoprak, dan karedok. Meskipun memiliki kemiripan, masing-masing makanan ini memiliki ciri khas tersendiri yang membuat rasanya berbeda dan unik.
Gado-gado, misalnya, biasanya terdiri dari berbagai macam bahan dalam satu piring, seperti selada, kol, kacang panjang, tauge, kentang, tahu, tempe, telur rebus, dan lontong yang kemudian disiram saus kacang gurih. Saus kacang gado-gado dibuat dari kacang tanah goreng yang dihaluskan bersama bawang putih, cabai, gula merah, garam, dan sedikit asam jawa.
Ketoprak, di sisi lain, dikenal sebagai kuliner khas Betawi yang sudah ada sejak lama. Isi ketoprak sebenarnya cukup sederhana, terdiri dari lontong, bihun, tahu goreng, tauge, telur rebus, lalu disiram saus kacang yang sudah dicampur bawang putih dan cabai.
Kesimpulan, kenaikan harga kedelai impor yang terus meningkat membuat para pedagang tempe di Jakarta harus melakukan strategi untuk tetap bertahan di pasar. Sementara itu, keragaman kuliner Indonesia juga menawarkan beberapa makanan yang memiliki kemiripan tetapi berbeda rasa dan daerah asal.
