Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 April 2026 | Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara – Sebuah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan tiga pelajar SMA mengguncang masyarakat setempat pada Senin (8/4/2026) sore. Insiden terjadi di Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Konawe Selatan dengan Kabupaten Konawe, tepatnya di tikungan tajam dekat Desa Konda. Bus pariwisata yang mengangkut 22 penumpang, termasuk tiga siswa kelas XII SMA Negeri 1 Konawe Selatan, tiba-tiba kehilangan kendali dan menabrak pohon besar sebelum terguling ke sisi jalan.
Menurut keterangan saksi mata, bus tersebut melaju dengan kecepatan tinggi meskipun kondisi jalan licin akibat hujan ringan yang turun sejak pagi. Pada menit menjelang pukul 17.45 WIB, sopir tampak berusaha keras mengendalikan kendaraan namun gagal, menyebabkan bus menabrak pohon dan berbalik tiga kali sebelum berhenti di tepi jalan. Tiga korban jiwa adalah siswa bernama Rafiq Alfarizi (17), Siti Nurhaliza (17) dan Dimas Pratama (18). Kedua siswi tersebut mengalami luka kepala berat, sementara Rafiq meninggal di tempat akibat trauma kepala. Kedua siswa lainnya berhasil dievakuasi ke rumah sakit terdekat namun dinyatakan meninggal dalam perjalanan karena luka internal yang parah.
Tim Penyelamat dan Penanggulangan Bencana Daerah (Basarnas) Konawe Selatan bersama Tim SAR Kabupaten segera dikerahkan setelah menerima laporan kecelakaan pada pukul 18.00 WIB. Proses evakuasi memakan waktu lebih dari dua jam karena medan yang sulit dan keberadaan pohon tumbang yang menghalangi akses. Tim SAR menggunakan teknik lowering untuk menurunkan korban dari posisi terjepit di dalam bus, sementara paramedis memberikan pertolongan pertama di lokasi.
- 17:40 WIB – Bus melintasi tikungan tajam, kecepatan diperkirakan 80 km/jam.
- 17:45 WIB – Bus menabrak pohon, terguling tiga kali.
- 17.50 WIB – Saksi melaporkan kejadian ke pihak berwenang.
- 18.00 WIB – Tim SAR dan Basarnas tiba di lokasi.
- 18.30 WIB – Evakuasi pertama dimulai, korban pertama diangkat.
- 20.15 WIB – Semua korban dievakuasi ke RS Pelayanan Kesehatan Konawe Selatan.
Pihak kepolisian setempat membuka penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab utama kecelakaan. Faktornya diduga meliputi kecepatan berlebih, kondisi jalan licin, serta kemungkinan kelelahan sopir. Kapolres Konawe Selatan, Kombes Pol. Agus Wibowo, menyatakan bahwa rekaman dashboard kamera akan dianalisis untuk memastikan kronologi lengkap. “Kami akan menindak tegas siapa pun yang terbukti melanggar peraturan lalu lintas, terutama dalam hal kecepatan dan keselamatan penumpang,” ujar Agus.
Selain pihak berwenang, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe Selatan, Dr. H. Yulian, menanggapi tragedi ini dengan duka mendalam. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menekankan pentingnya edukasi keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar. “Kami akan mengadakan sosialisasi intensif tentang bahaya mengemudi cepat dan pentingnya penggunaan sabuk pengaman, terutama bagi siswa yang sering mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di luar kota,” kata Dr. Yulian.
Keluarga ketiga korban mengungkapkan kepedihan yang mendalam. Ayah Rafiq, Budi Santoso, mengatakan bahwa putranya adalah siswa berprestasi yang berencana melanjutkan studi di jurusan teknik. “Kami tidak pernah menyangka hari ini akan menjadi hari terakhir bagi Rafiq. Kami mohon doa dan keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya dengan suara bergetar.
Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan melalui Bupati, Drs. H. Ahmad Suryadi, mengumumkan bantuan darurat bagi keluarga korban, termasuk santunan kematian serta dukungan psikologis. Ia juga berjanji akan mempercepat perbaikan jalan di area yang rawan kecelakaan, termasuk pemasangan rambu peringatan kecepatan dan pengerasan permukaan jalan.
Insiden ini menambah panjang daftar tragedi lalu lintas yang terjadi di Sulawesi Tenggara dalam beberapa bulan terakhir, termasuk kecelakaan mobil yang menukik ke jurang di Minahasa Selatan dan pohon tumbang di Bone yang menimpa tenda pernikahan. Para ahli mengingatkan pentingnya penegakan hukum lalu lintas yang konsisten serta peningkatan infrastruktur jalan untuk mengurangi risiko serupa.
Dengan tiga nyawa muda yang hilang, tragedi di Konawe Selatan menjadi pengingat keras bahwa keselamatan di jalan raya tidak boleh diabaikan. Diharapkan semua pihak, mulai dari pemerintah, pengemudi, hingga penumpang, dapat bersama‑sama menciptakan budaya berkendara yang lebih bertanggung jawab demi menghindari kejadian serupa di masa depan.
