Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 19 Mei 2026 | Penulis sekaligus TikToker Ahmad Bahar secara resmi meminta maaf kepada Hercules dan GRIB Jaya terkait konten media sosial yang memicu kegaduhan. Ahmad Bahar mengaku akunnya diretas pihak lain dan sepakat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan bersama organisasi GRIB Jaya.
Pihak GRIB Jaya menerima permintaan maaf tersebut serta membantah isu penyanderaan anak Ahmad Bahar melalui mediasi di Polres Depok. Polemik antara penulis sekaligus TikToker Ahmad Bahar dengan organisasi GRIB Jaya akhirnya berujung damai.
Ahmad Bahar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Ketua Umum GRIB Jaya Hercules Rosario Marshal setelah video dan narasi soal dirinya ramai menjadi sorotan di media sosial. Dalam klarifikasinya, pemilik akun TikTok @pecimiringg_ itu mengaku sebagian video yang beredar bukan dibuat olehnya.
Ia bahkan mengklaim telepon genggam miliknya dan anaknya sempat diretas hingga muncul sejumlah unggahan yang memicu kegaduhan. Ahmad Bahar mengaku selama ini aktif membuat konten komentar isu-isu yang sedang viral, termasuk soal polemik antara Amien Rais dan Hercules.
Namun ia menduga ada kesalahpahaman hingga persoalan melebar di media sosial. Dalam pernyataannya, Ahmad Bahar juga menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Hercules beserta keluarga dan jajaran GRIB Jaya.
Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya Wilson Colling mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan. Menurut Wilson, pertemuan damai itu merupakan tindak lanjut dari mediasi yang dilakukan di Polres Metro Depok pada malam sebelumnya.
Wilson mengungkapkan tim hukum GRIB Jaya sebenarnya sempat mempertimbangkan langkah hukum. Namun Hercules memilih penyelesaian damai melalui permintaan maaf terbuka.
DPP GRIB Jaya membantah keras tudingan adanya aksi pengepungan hingga penyanderaan dalam peristiwa tersebut. Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, mengklaim kedatangan sejumlah anggota Satgas GRIB Jaya ke rumah Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, Jawa Barat dilakukan untuk meminta klarifikasi atau tabayun terkait konten video yang dinilai menyerang Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal.
Menurut klaim Marcel, langkah tersebut dilakukan secara persuasif dan bukan aksi intimidasi seperti yang ramai dibicarakan di media sosial. GRIB Jaya juga mengklaim seluruh proses di lapangan dilakukan secara terbuka dengan pengawasan aparat lingkungan dan kepolisian setempat.
Mereka membantah adanya tindakan melawan hukum, termasuk isu penyanderaan yang sempat viral. Dalam klarifikasinya, Marcel menyebut pihaknya sebenarnya meminta Ahmad Bahar hadir ke kantor DPP GRIB Jaya untuk meluruskan persoalan secara langsung di hadapan Hercules.
Namun, menurut dia, Ahmad Bahar justru meninggalkan lokasi dan tidak bisa dihubungi. Marcel juga menegaskan bahwa persoalan tersebut tetap akan dikawal melalui jalur hukum. Sebab, GRIB Jaya mengaku telah mengumpulkan bukti digital terkait dugaan doxing dan intimidasi siber yang menyeret nama Hercules.
Kedatangan anggota GRIB Jaya ke rumah Ahmad Bahar diduga disebabkan dua hal. Pertama, karena sebelumnya ada yang meretas nomor handphone putrinya. Saat diretas, pelaku peretasan mengirimkan pesan bernada ancaman kepada Hercules.
Pihak Hercules sebelumnya sempat mendatangi rumah mereka untuk meminta klarifikasi. Pihak keluarga pun sudah menjelaskan dan memberikan bukti bahwa HP tersebut diretas, tetapi penjelasan itu tidak dihiraukan.
Selain peretasan, Yenni menduga penyebab lainnya berasal dari unggahan video di akun TikTok milik Ahmad Bahar. Dalam video tersebut, Ahmad disebut mengkritik Hercules yang saat itu tengah berseteru dengan Amien Rais.
Polisi membenarkan adanya laporan terkait kedatangan massa ke rumah Ahmad Bahar. Polisi menerima aduan warga melalui layanan call center 110 dan langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
Kepolisian memastikan kondisi anak Ahmad Bahar dalam keadaan aman dan sehat. Persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua pihak disebut sepakat berdamai setelah dilakukan musyawarah di Polres Metro Depok pada Minggu malam.
Kesimpulan, Ahmad Bahar meminta maaf kepada Hercules dan GRIB Jaya terkait konten media sosial yang memicu kegaduhan. Ahmad Bahar mengaku akunnya diretas pihak lain dan sepakat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan bersama organisasi GRIB Jaya.
