Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 April 2026 | Investor ternama asal Malaysia, Lo Kheng Hong, kembali menarik perhatian pasar modal Indonesia dengan aksi akuisisi saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) yang semakin agresif pada bulan April 2026. Dalam rangkaian transaksi yang terpantau, total kepemilikan Lo kini mencapai 219,8 juta lembar saham atau setara dengan 6,30 persen dari total modal disetor perusahaan produsen ban nasional.
Data transaksi menunjukkan bahwa pada awal bulan Lo menambah kepemilikan sebesar 410.000 lembar saham, sementara pada pertengahan bulan ia membeli tambahan 2,79 juta lembar. Kombinasi pembelian ini meningkatkan total saham yang dikuasainya dari angka sebelumnya menjadi lebih dari 219 juta lembar. Nilai total investasi diperkirakan menembus angka ratusan miliar rupiah, mengingat harga rata‑rata saham GJTL pada periode tersebut berada di kisaran Rp 1.800 hingga Rp 2.000 per lembar.
Berikut rangkuman akumulasi saham Lo Kheng Hong dalam tiga fase utama:
| Periode | Pembelian | Total Saham | Persentase |
|---|---|---|---|
| Februari 2026 | 2,79 juta lembar | 217,0 juta | ~6,2% |
| Awal April 2026 | 410 ribu lembar | 217,41 juta | ~6,24% |
| Pertengahan April 2026 | 2,39 juta lembar | 219,8 juta | 6,30% |
Transaksi tersebut dilaporkan terjadi melalui broker lokal dan dikonfirmasi oleh otoritas pasar modal pada laporan kepemilikan saham (Laporan Pemegang Saham) yang wajib disampaikan setiap tiga bulan. Lo Kheng Hong, yang juga dikenal sebagai pendiri dan ketua eksekutif grup investasi Permata, menyatakan niatnya untuk memperkuat posisi strategis di sektor otomotif, khususnya pada rantai nilai ban yang diprediksi akan terus tumbuh seiring dengan pemulihan mobilitas pasca‑pandemi.
Acara pengumuman resmi diadakan pada Wealth Wisdom yang diselenggarakan Permata Bank di ballroom Ritz‑Carlton, Jakarta, pada 3 Oktober 2025. Pada kesempatan itu, Lo menjelaskan bahwa akuisisi saham GJTL merupakan bagian dari strategi diversifikasi portofolio internasionalnya, mengingat prospek pertumbuhan penjualan ban domestik diproyeksikan naik 5‑7% per tahun hingga 2030. Ia menambahkan bahwa GJTL memiliki keunggulan kompetitif dalam produksi ban untuk kendaraan roda dua dan tiga, serta sedang mengembangkan lini produk ban listrik yang sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang kendaraan ramah lingkungan.
Sementara itu, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada awal April 2026, mencatat penurunan lebih dari 13% dalam sebulan terakhir. Analis pasar mengaitkan penurunan tersebut dengan ketidakpastian geopolitik, terutama ketegangan di Timur Tengah, serta fluktuasi harga minyak mentah yang memengaruhi biaya produksi. Di tengah kondisi pasar yang lesu, aksi Lo Kheng Hong dianggap sebagai sinyal kepercayaan terhadap fundamental perusahaan GJTL yang masih kuat, terutama karena perusahaan mencatat penurunan penjualan sebesar 2,3% namun masih mampu mempertahankan pangsa pasar.
Para analis di sektor otomotif menilai bahwa kepemilikan Lo yang kini mencapai lebih dari enam persen dapat memberikan pengaruh terhadap kebijakan dewan komisaris GJTL. Dengan hak suara yang signifikan, ia berpotensi mengusulkan inisiatif strategis, termasuk peningkatan kapasitas produksi, investasi pada riset dan pengembangan ban berteknologi tinggi, serta eksplorasi peluang ekspor ke pasar ASEAN yang terus berkembang.
Berikut beberapa implikasi utama dari akumulasi saham Lo Kheng Hong:
- Kepemilikan strategis: Dengan lebih dari 6% saham, Lo berada dalam posisi untuk menjadi pemegang suara penting dalam rapat umum pemegang saham.
- Penguatan kepercayaan pasar: Langkah ini dapat menstimulasi minat investor institusional lain untuk menambah posisi mereka di GJTL.
- Pengaruh pada kebijakan perusahaan: Potensi pengajuan strategi diversifikasi produk, khususnya ban untuk kendaraan listrik.
Secara keseluruhan, aksi Lo Kheng Hong menegaskan keyakinannya terhadap prospek jangka panjang PT Gajah Tunggal Tbk. Meskipun pasar saham Indonesia tengah mengalami tekanan, langkah ini memberikan sinyal positif bagi pemangku kepentingan bahwa sektor otomotif domestik masih memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan.
Ke depan, pengamat pasar akan memantau bagaimana GJTL menanggapi tekanan biaya produksi dan persaingan global, serta bagaimana peran Lo Kheng Hong dalam memandu arah kebijakan perusahaan. Jika strategi ekspansi produk ban listrik berhasil, perusahaan dapat memanfaatkan kebijakan pemerintah yang mendukung kendaraan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan profitabilitas di tengah tantangan ekonomi makro.
