Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 15 Mei 2026 | Tsunami merupakan salah satu bencana alam yang paling berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan besar. Namun, di Pulau Simeulue, terdapat kearifan lokal yang disebut “smong” yang telah menjadi penyelamat ribuan warga dari bencana tsunami.
Menurut Bupati Simeulue, Muhammad Nasrun Mikaris, masyarakat Simeulue telah diwariskan pengetahuan turun-temurun untuk mengenali tanda-tanda tsunami sejak bencana besar pada 1907. Mereka memiliki pola mitigasi sederhana tetapi efektif, yaitu menjauh dari bibir pantai saat gempa besar terjadi.
Para pemuda di Simeulue juga bergerak ke arah pantai untuk memastikan tanda-tanda tsunami muncul atau tidak. Mereka memperhatikan dua tanda utama, yaitu air laut yang tiba-tiba surut drastis dan suasana laut yang mendadak tampak gelap dari arah horizon.
Kearifan lokal ini telah terbukti efektif dalam menyelamatkan warga Simeulue dari bencana tsunami. Pada tahun 2004, saat tsunami Aceh terjadi, hanya satu bayi dan satu orang tua yang meninggal di Simeulue, sedangkan di daerah lain di Aceh, korban jiwa sangat banyak.
Selain itu, penelitian baru-baru ini juga menunjukkan bahwa landslide di Alaska dapat menyebabkan tsunami besar. Pada tahun 2025, sebuah landslide di Alaska menyebabkan tsunami yang mencapai ketinggian 1.578 kaki, yang merupakan salah satu tsunami terbesar yang pernah tercatat.
Dalam dunia bisnis, perusahaan Cerebras Systems, yang membuat chip artificial intelligence, juga telah melakukan IPO dengan harga yang lebih tinggi dari yang diharapkan. Ini menunjukkan bahwa investasi di bidang teknologi, terutama AI, masih sangat menjanjikan.
Sementara itu, di Indiana, Amerika Serikat, Tsunami Express Car Wash telah melakukan peresmian dengan Kosciusko Chamber of Commerce. Perusahaan ini menawarkan beberapa jenis cuci mobil, termasuk T2 dengan Graphene, Tsunami Ceramic, Wax dan Wave, dan Big Wave.
Dalam menghadapi bencana alam seperti tsunami, kearifan lokal seperti smong di Simeulue dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Dengan memahami tanda-tanda alam dan memiliki pola mitigasi yang efektif, kita dapat mengurangi risiko dan menyelamatkan nyawa.
