Tragedi Gigitan Ular Weling di Bogor: Dua Pemuda Tewas, Apa yang Terjadi?

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 15 Mei 2026 | Dua pemuda di Bogor menjadi korban gigitan ular weling, hingga satu orang meninggal. Peristiwa ini terjadi di Pasir Jaya, Bogor Barat, pada Selasa (12/5/2026) malam. Kedua korban berinisial UZ (18) dan HE (21) sedang berkumpul di area persawahan Landbow saat seekor ular weling belang hitam-putih melintas dan menggigit salah satu korban.

Aktivitas nongkrong malam itu berubah menjadi tragedi ketika ular tersebut menggigit UZ. HE yang ada di lokasi lalu menangkap ular yang menggigit telapak tangan temannya itu. Sayangnya, karena minimnya pengetahuan akan bahaya ular tersebut, korban justru menjadikan hewan melata itu sebagai mainan.

Baca juga:

Awalnya, ular berbisa tinggi itu mematuk korban berinisial UZ. HE yang ada di lokasi lalu menangkap ular yang menggigit telapak tangan temannya itu. Sayangnya, karena minimnya pengetahuan akan bahaya ular tersebut, korban justru menjadikan hewan melata itu sebagai mainan.

Peristiwa itu bermula saat empat pemuda sedang berkumpul di kawasan Lanbouw sekitar pukul 19.00 WIB. UZ menjadi orang pertama yang tergigit. Setelah itu, HE menangkap ular tersebut sebelum akhirnya ikut menjadi korban.

Kondisi UZ memburuk pasca digigit weling hingga meninggal dunia. UZ sempat mendapat penanganan medis terlebih dulu. Pemuda yang dikenal aktif di karang taruna Pasir Jaya itu dimakamkan keluarga di wilayah Ciapus usai salat zuhur, keesokan harinya.

Sementara HE masih menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit UMMI Kota Bogor. Ular weling (Bungarus candidus) merupakan salah satu reptil paling berbahaya di Indonesia yang keberadaannya cukup sering ditemukan di sekitar pemukiman.

Memahami karakteristik dan bahaya dari satwa ini sangat krusial untuk mencegah insiden fatal akibat gigitannya. Ular ini memiliki identitas visual yang khas, namun sering kali disalahpahami oleh masyarakat umum.

Berikut adalah ciri utama ular weling: Pola Tubuh: Memiliki pola belang hitam dan putih berselang-seling di sepanjang tubuhnya dengan bagian perut umumnya berwarna putih. Dimensi: Ukurannya tergolong sedang, dengan panjang maksimal mencapai 1,5 meter.

Struktur Tubuh: Kepala berbentuk bulat dengan leher yang tidak terlalu jelas batasnya, tubuh silindris, serta memiliki barisan sisik besar di sepanjang punggung (vertebral scale). Variasi Warna: Di wilayah tertentu seperti Cirebon dan Kuningan, terdapat populasi weling yang berwarna hitam total.

Sifat Nokturnal: Aktif mencari mangsa pada malam hari dan cenderung tenang di siang hari, namun dapat menjadi sangat agresif jika merasa terancam. Dalam kasus ini, korban tidak segera mencari penanganan medis setelah digigit, sehingga efek racun atau envenomasi baru dirasakan secara hebat menjelang waktu subuh.

Golden time untuk mencegah dampak bisa ular telat dimanfaatkan. Dua korban mulai merasakan gejala dampak bisa pada Rabu (13/5) pagi. Kedua korban digigit ular weling pada bagian tangan kiri.

Salah satu korban berinisial HE, juga sempat terekam video sedang memainkan ular berbahaya tersebut usai digigit. Dalam video dilihat, tampak salah satu korban sempat memainkan ular jenis weling di tangannya.

Saat itu, korban sempat tertawa bersama rekannya yang berada di sampingnya. Kondisi ini menunjukkan kurangnya kesadaran akan bahaya ular weling dan pentingnya penanganan medis segera setelah digigit.

Kesimpulan dari peristiwa ini adalah pentingnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya ular weling dan tindakan yang tepat jika tergigit. Pengetahuan yang memadai tentang identifikasi dan penanganan gigitan ular berbisa dapat menyelamatkan nyawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *