Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 15 Mei 2026 | Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026 resmi dibuka untuk publik pada Kamis, 7 Mei 2026, di Scuola Internazionale di Grafica Venezia. Tujuh seniman Indonesia terpilih berkolaborasi menampilkan karya bertema “Printing the Unprinted” yang menghadirkan cerita tentang pelayaran agung.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mengatakan partisipasi Indonesia dalam Biennale Venesia menjadi bentuk komitmen negara untuk menempatkan budaya sebagai bagian penting dari pembangunan, diplomasi, ekonomi, dan kontribusi bagi peradaban dunia.
Kurator pameran Aminudin TH Siregar mengatakan tema “Printing the Unprinted” menjadi cara Paviliun Indonesia menawarkan perspektif berbeda dalam memahami dunia dan percakapan global. Para seniman menyiapkan karya secara langsung di Venesia setelah menjalani residensi selama empat pekan di Scuola Internazionale di Grafica Venezia.
Perupa R.E. Hartanto mengaku membutuhkan beberapa kali percobaan untuk menemukan bentuk dan komposisi warna yang sesuai bagi karya potret yang ia buat. Pameran “Printing the Unprinted” di Paviliun Indonesia akan berlangsung hingga 22 November 2026.
Di sisi lain, berita lain menyatakan bahwa Celtic midfielder Alex Oxlade-Chamberlain adalah salah satu pemain yang akan meninggalkan klub di musim panas ini. Ia bergabung dengan Celtic pada Februari dengan kontrak jangka pendek dan membuat debut yang impresif, tetapi sejak itu ia kesulitan mendapatkan tempat di starting eleven.
Dalam kasus lain, Michail Chkhikvishvili, pemimpin kultus neo-Nazi yang dikenal sebagai “Commander Butcher”, dijatuhi hukuman 15 tahun penjara karena melakukan seruan kekerasan online yang mengarah pada penembakan.
Kesimpulan dari berita-berita tersebut adalah bahwa Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026 telah membuka diri untuk umum dan menampilkan karya-karya seniman Indonesia yang sangat menarik. Sementara itu, di dunia olahraga, Celtic midfielder Alex Oxlade-Chamberlain diprediksi akan meninggalkan klub, dan di bidang kejahatan, pemimpin kultus neo-Nazi Michail Chkhikvishvili dihukum karena seruan kekerasan online.
