Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 April 2026 | Bakrie Group kembali menjadi sorotan utama pasar modal Indonesia setelah mengumumkan rencana rights issue sebesar 21,87 miliar saham baru. Langkah ini diharapkan memperkuat struktur permodalan perusahaan serta mendukung ekspansi usaha di sektor-sektor strategis, termasuk mobilitas listrik melalui anak perusahaan VKTR Teknologi Mobilitas Tbk.
Rencana rights issue tersebut akan menambah jumlah saham beredar secara signifikan, yang diproyeksikan meningkatkan likuiditas saham grup di Bursa Efek Indonesia. Pihak manajemen mengindikasikan bahwa dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk beberapa agenda utama: memperluas kapasitas produksi kendaraan listrik, mendanai proyek infrastruktur energi terbarukan, serta menyiapkan IPO bagi anak usaha DEWA, perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan. Pengumuman ini memicu antusiasme investor, terbukti dari lonjakan harga saham emiten grup Bakrie (VKTR) yang mengalami kenaikan tajam dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Sementara itu, laporan keuangan terbaru Bakrie & Brothers (BNBR) menunjukkan peningkatan laba bersih sebesar 50,75 persen menjadi Rp493,85 miliar pada tahun 2025 dibandingkan dengan Rp327,59 miliar pada tahun sebelumnya. Laba per saham (EPS) dasar naik menjadi Rp2,85 dari Rp2,04, menandakan profitabilitas yang semakin kuat. Pendapatan bersih tercatat Rp3,74 triliun, meskipun mengalami penurunan 3,36 persen, sementara total aset perusahaan melonjak dari Rp6,83 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp23,56 triliun, mencerminkan akuisisi dan investasi strategis yang signifikan.
Di sisi lain, beban operasional menunjukkan pola yang beragam. Beban umum dan administrasi meningkat tajam menjadi Rp252,16 miliar, mengindikasikan skala ekspansi yang memerlukan dukungan infrastruktur manajerial. Sementara itu, beban penjualan sedikit menurun, memperlihatkan efisiensi dalam distribusi produk. Laba usaha mencatat penurunan menjadi Rp116,86 miliar dibandingkan Rp282,87 miliar tahun sebelumnya, namun hal ini diimbangi oleh peningkatan laba bersih yang kuat, menandakan profitabilitas yang tetap terjaga meski ada tekanan biaya.
Langkah strategis lainnya terlihat pada kegiatan peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik VKTR di Magelang, Jawa Tengah, yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 9 April 2026. Acara tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung transisi energi bersih serta memperkuat ekosistem industri otomotif domestik. Pada kesempatan tersebut, Prabowo memuji kepemimpinan Anindya Novyan Bakrie, Komisaris Utama VKTR, yang dianggap visioner dalam mengarahkan perusahaan menuju era mobilitas berkelanjutan. Presiden juga menanyakan langsung kehadiran Aburizal Bakrie, salah satu tokoh senior grup, menandakan sinergi antara dunia politik dan bisnis dalam menggerakkan agenda nasional.
Rencana IPO DEWA, anak usaha yang fokus pada pengembangan energi terbarukan, menambah dimensi baru pada diversifikasi bisnis Bakrie Group. Manajemen DEWA mengungkap skenario IPO yang mencakup penawaran saham kepada investor institusional dan publik, dengan target valuasi yang kompetitif di pasar modal. Keberhasilan IPO ini diharapkan memberikan aliran modal tambahan untuk memperluas kapasitas pembangkit energi terbarukan, termasuk proyek solar dan pembangkit listrik berbasis biomassa.
Secara keseluruhan, kombinasi antara rights issue, peningkatan laba, ekspansi mobilitas listrik, serta rencana IPO di sektor energi terbarukan menandakan Bakrie Group berada pada fase pertumbuhan yang signifikan. Investor memperhatikan bahwa pergerakan saham yang melambung tidak hanya didorong oleh angka keuangan yang kuat, tetapi juga oleh prospek kebijakan pemerintah yang mendukung transisi energi dan digitalisasi industri.
Namun, tantangan tetap ada. Peningkatan liabilitas menjadi Rp18,89 triliun menunjukkan beban utang yang cukup tinggi, yang memerlukan manajemen risiko yang cermat. Selain itu, persaingan di pasar kendaraan listrik yang semakin ketat menuntut inovasi berkelanjutan serta efisiensi biaya produksi. Kebijakan regulasi terkait subsidi kendaraan listrik dan insentif energi terbarukan juga menjadi faktor kunci yang dapat mempengaruhi realisasi target pertumbuhan grup.
Ke depan, pengamat pasar menilai bahwa keberhasilan Bakrie Group akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengintegrasikan sumber daya keuangan yang baru diperoleh melalui rights issue dengan strategi operasional yang terkoordinasi. Jika dapat menyeimbangkan pertumbuhan aset, pengendalian beban, serta inovasi produk, grup ini berpotensi menjadi salah satu pilar utama ekonomi Indonesia dalam dekade mendatang.
