Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 Mei 2026 | Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) resmi naik pada Mei 2026. Kenaikan harga BBM ini berlaku di seluruh SPBU seperti Pertamina, Shell, Vivo, dan BP. Kenaikan harga yang paling tinggi berlaku untuk BBM jenis diesel, bahkan ada yang menyentuh Rp30.890 per liter.
SPBU Vivo dan BP menaikkan harga BBM sejak 1 Mei 2026. Namun, pada 8 Mei 2026, SPBU BP kembali menurunkan harga BBM miliknya. Sementara, Pertamina menaikkan harga BBM pada 4 Mei 2026. Sedangkan, SPBU Shell juga baru mengupdate stok BBM miliknya dan mengumumkan kenaikan harga BBM jenis diesel pada 9 Mei 2026.
SPBU Vivo menaikkan harga BBM jenis Primus Diesel Plus dari Rp14.160 menjadi Rp30.890 per liter pada 1 Mei 2026. Sementara SPBU BP menaikkan harga BBM jenis Ultimate Diesel menjadi Rp30.890 per liter dari sebelumnya Rp25.560 per liter. Tetapi pada 8 Mei 2026, BP kembali menurunkan harga BBM Ultimate Diesel menjadi Rp29.890 per liter.
Kemudian, Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada Senin, 4 Mei 2026. Harga BBM Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.900 per liter dari harga sebelumnya Rp19.400 per liter. Harga BBM Dexlite juga naik Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter. Kemudian, harga BBM Pertamina Dex naik dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter.
Di sisi lain, usai stok BBM kembali tersedia, SPBU Shell juga menaikkan harga BBM Shell V-Power Diesel menjadi Rp30.890 per liter pada 9 Mei 2026. Sementara, BBM jenis lainnya belum tersedia.
Pemerintah Kabupaten Barito Timur menyebut antrean BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Barito Timur dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan disebabkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan, mengatakan pengiriman BBM dari depo Banjarmasin saat ini belum sepenuhnya normal karena adanya penyesuaian harga baru dari pihak penyalur.
Pemerintah daerah juga melakukan pengaturan jalur antrean di SPBU guna menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat saat melakukan pengisian BBM. Di SPBU dilakukan empat jalur antrean, yakni dua jalur untuk roda empat sesuai posisi tangki kiri dan kanan, serta dua jalur khusus roda dua agar antrean lebih tertib dan aman.
Selain memantau distribusi BBM di SPBU, tim pemerintah daerah juga melakukan pengecekan harga BBM di kios maupun warung pengecer. Dari hasil pemantauan, Pertamax dijual sekitar Rp15 ribu per liter, sedangkan Pertalite mencapai Rp13 ribu per liter.
Pemerintah Kota Mataram mulai menerapkan kebijakan efisiensi bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan dinas pejabat. Langkah tersebut diperkirakan mampu menghemat anggaran hingga Rp 3 miliar per tahun yang selama ini menggunakan BBM jenis Pertamax.
Kesimpulan, kenaikan harga BBM telah berlaku di seluruh SPBU di Indonesia. Pemerintah daerah melakukan pengaturan jalur antrean di SPBU guna menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Pemerintah juga menerapkan kebijakan efisiensi bahan bakar minyak untuk kendaraan dinas pejabat.
