Rupiah Anjlok, Hanya Butuh $57 untuk Jadi Miliuner di Indonesia

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 Mei 2026 | Rupiah Indonesia terus melemah dan mencetak rekor buruk baru. Pada perdagangan Selasa sore, rupiah bahkan menembus level psikologis Rp17.500 per dolar AS. Pelemahan ini tidak hanya disebabkan oleh faktor internal, tetapi juga dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia.

Menurut analis, sentimen risk-off di pasar ekuitas domestik akibat antisipasi pengumuman MSCI serta data penjualan ritel Indonesia yang lebih rendah dari ekspektasi turut memperparah tekanan. Selain itu, penguatan dolar AS masih didorong oleh ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang bertahan lebih lama.

Baca juga:

Rupiah melemah merespons semakin redupnya harapan perdamaian antara AS dan Iran. Pelemahan ini membuat nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor terendah sepanjang sejarah. Mayoritas mata uang Asia juga memerah, dengan won Korea Selatan memimpin pelemahan sebesar 1,11 persen, diikuti peso Filipina, rupee India, dan baht Thailand.

Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang stabilisasi melalui intervensi pasar valas, optimalisasi instrumen moneter, serta penguatan kebijakan pengendalian permintaan dolar AS domestik. Namun, dampak pelemahan rupiah terhadap perekonomian Indonesia perlu dicermati, terutama pada sisi imported inflation.

Pelemahan nilai tukar berpotensi meningkatkan biaya impor bahan baku, energi, dan barang konsumsi, sehingga dapat mendorong kenaikan harga domestik secara bertahap. Tekanan dapat pula muncul terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) karena beban subsidi energi dan pembayaran utang valas menjadi lebih besar ketika kurs melemah.

Bagi sektor korporasi, terutama yang memiliki kewajiban dolar AS namun pendapatan berbasis rupiah, depresiasi rupiah dinilai bisa meningkatkan tekanan terhadap cash flow dan biaya operasional. Kendati demikian, pelemahan rupiah memberikan sisi positif secara terbatas terhadap sektor berorientasi ekspor karena meningkatkan daya saing harga produk ekspor Indonesia.

Kesimpulan: Rupiah Indonesia terus melemah dan mencetak rekor buruk baru. Pelemahan ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk ketidakpastian geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia. Dampak pelemahan rupiah terhadap perekonomian Indonesia perlu dicermati, terutama pada sisi imported inflation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *