Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 Mei 2026 | Kerusuhan di Selat Hormuz semakin memanas setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran terlibat dalam ketegangan yang semakin meningkat. Ketegangan ini dipicu oleh serangkaian serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap kapal-kapal yang melintas di selat tersebut.
Menurut laporan, AS telah mengirimkan kapal perang dan pesawat tempur untuk mempertahankan keamanan di selat tersebut. Sementara itu, Iran telah mengancam untuk menutup selat tersebut jika AS tidak menarik pasukannya dari daerah tersebut.
Ketegangan ini telah menyebabkan harga minyak dunia meningkat, karena sekitar 20% dari minyak dunia dipasok melalui Selat Hormuz. AS dan sekutunya telah meminta Iran untuk menghentikan serangan-serangannya dan membuka kembali selat tersebut.
Presiden AS, Donald Trump, telah menyatakan bahwa AS siap untuk mengambil tindakan militer jika Iran tidak menghentikan serangan-serangannya. Sementara itu, Iran telah menyatakan bahwa mereka akan terus melawan AS dan sekutunya jika mereka tidak meninggalkan daerah tersebut.
Ketegangan ini telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional, karena konflik antara AS dan Iran dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Saudi Aramco, perusahaan minyak milik Saudi Arabia, telah memperingatkan bahwa kerusuhan di Selat Hormuz dapat menyebabkan kenaikan harga minyak dunia. Perusahaan tersebut telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan produksi minyak dan memastikan pasokan minyak yang stabil.
Dalam situasi yang semakin memanas ini, AS dan Iran perlu untuk menemukan solusi yang damai dan diplomatis untuk mengatasi ketegangan ini. Jika tidak, konflik ini dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
