Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 Mei 2026 | PSS Sleman dan Garudayaksa FC baru saja mengakhiri pertandingan final Liga 2 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Pertandingan ini berakhir dengan skor 4-3 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang hingga babak tambahan waktu. Setelah peluit panjang dibunyikan, suporter PSS Sleman menyalakan flare dari berbagai tribune stadion.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyesalkan aksi penyalaan flare oleh suporter usai laga final. Ia meminta suporter lebih dewasa dalam menyikapi hasil pertandingan, baik kemenangan maupun kekalahan. Yunus Nusi berharap insiden serupa tidak terulang karena sepakbola Indonesia masih dalam pengawasan FIFA.
Yunus Nusi juga meminta klub-klub lebih aktif melakukan pembinaan terhadap basis suporternya. Menurutnya, stadion harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh kalangan. PSSI juga memastikan akan melakukan evaluasi bersama operator kompetisi I.League terkait jalannya Championship Liga 2 musim ini.
Evaluasi tersebut mencakup berbagai kejadian selama kompetisi berlangsung, termasuk insiden kericuhan di Jayapura setelah Persipura gagal promosi. Dengan demikian, diharapkan sepakbola Indonesia dapat berjalan dengan baik dan sportif.
Setelah pertandingan, PSS Sleman dan Garudayaksa FC bersiap naik kelas ke Liga 1. Kedua tim telah menunjukkan kemampuan dan dedikasi mereka selama kompetisi berlangsung. Dengan rekor yang baik dan semangat yang tinggi, mereka siap untuk menghadapi tantangan baru di Liga 1.
Rekor di depan mata, PSS Sleman dan Garudayaksa FC memiliki peluang besar untuk sukses di Liga 1. Dengan dukungan suporter yang kuat dan kemampuan para pemain, mereka dapat mencapai kesuksesan dan membuat sejarah baru di sepakbola Indonesia.
