Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Mei 2026 | Proses perceraian antara Clara Shinta dan suaminya, Muhammad Alexander Assad, telah memasuki tahap baru di pengadilan. Dalam sidang perdana, kuasa hukum Clara Shinta, Moh. Akil Rumaday, mengungkapkan isi gugatan yang diajukan oleh kliennya.
Clara Shinta disebut tidak menuntut pembagian harta gana-gini maupun nafkah dalam proses perceraian tersebut. Saat ini, Clara Shinta hanya ingin perpisahannya dengan sang suami sah secara hukum dan memilih untuk tidak memperumit perkara dengan tuntutan lain.
Menurut Moh. Akil Rumaday, Clara Shinta ingin menjalani proses perceraian dengan sederhana tanpa memperpanjang konflik rumah tangga ke persoalan lain seperti harta bersama maupun nafkah.
Ketidakhadiran Clara Shinta dalam sidang perdana disebabkan karena kondisinya sedang sakit dan harus menjalani pemeriksaan kesehatan. Karena itu, majelis hakim meminta Clara untuk hadir langsung pada sidang berikutnya guna menjalani mediasi.
Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei 2026 dengan agenda mediasi. Dalam sidang tersebut, Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad diwajibkan hadir secara langsung.
Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad resmi menikah pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Namun, usia pernikahan mereka belum genap setahun ketika isu perselingkuhan mulai mencuat dan akhirnya berujung pada gugatan cerai yang diajukan Clara Shinta pada April 2026.
Alasan gugatan cerainya adalah dugaan kehadiran orang ketiga. Kabar yang sebelumnya viral di media sosial, merusak keharmonisan rumah tangga Clara dan Alexander Assad hingga memicu perselisihan yang sulit didamaikan.
Tim kuasa hukum juga menyebut, isu perselingkuhan tersebut rupanya menjadi batu sandungan besar bagi Clara Shinta untuk mempertahankan rumah tangganya.
Clara Shinta diketahui sudah tidak lagi tinggal satu atap dengan suaminya sejak pulang dari luar negeri. Pihak kuasa hukum juga memastikan bahwa hingga kini tidak ada tuntutan mengenai pembagian aset bersama ataupun nafkah yang tercantum dalam gugatan.
Kesimpulan dari proses perceraian ini belum dapat dipastikan, namun satu hal yang pasti adalah Clara Shinta ingin menjalani proses perceraian dengan sederhana dan tidak memperumit perkara dengan tuntutan lain.
