Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Mei 2026 | Beijing – Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi bahwa sebuah kapal tanker minyak yang membawa anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan China, telah diserang di Selat Hormuz. Sumber serangan tersebut tidak diketahui secara jelas.
Serangan terhadap kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall, namun dimiliki oleh China itu, terjadi saat Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berkonflik sedang memperebutkan kendali atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan penting bagi pasokan minyak dan gas global.
Konfirmasi itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers rutin di Beijing pada Jumat (8/5) waktu setempat. Lin mengatakan bahwa terdapat warga negara China di atas kapal tanker tersebut, tanpa menyebut jumlahnya secara pasti.
Menurut seorang sumber yang memahami insiden tersebut, serangan itu merupakan insiden pertama yang dilaporkan melibatkan kapal tanker minyak China di jalur perairan vital yang terdampak perang tersebut. Lalu lintas melalui Selat Hormuz, yang sebelumnya dilintasi 20 persen pasokan minyak dan gas dunia, terhenti sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu.
Serangan terhadap Kapal Tanker China Masih Misterius. Kepala teknisi kapal tanker minyak China tersebut, Liu Haining, yang turun dari kapal sepekan lalu sebagai bagian dari rotasi awak, menuturkan bahwa sumber serangan itu belum diketahui secara jelas.
"Pada tahap ini, tidak ada cara untuk memastikan siapa yang menyerangnya," kata Liu. "Mungkin bukan rudal — lebih mungkin peluru artileri atau mungkin drone. Masih belum jelas," sebutnya.
Dalam beberapa hari terakhir, situasi di Selat Hormuz semakin memanas. Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam konflik yang semakin tajam, dan serangan terhadap kapal tanker minyak China ini menambah ketegangan di wilayah tersebut.
Kapal tanker minyak China yang diserang itu diyakini sebagai kapal tanker bernama JV Innovation, yang melaporkan kebakaran di bagian dek kepada kapal-kapal lain di dekatnya pada Senin (4/5). Insiden itu dilaporkan terjadi di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA), tepatnya di dekat Mina Saqr.
Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa di antara para ABK. Namun, insiden ini menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dan potensi dampaknya terhadap pasokan minyak dan gas global.
Di akhir, serangan terhadap kapal tanker minyak China di Selat Hormuz ini masih menjadi misterius, dan sumber serangan tersebut belum diketahui secara jelas. Namun, insiden ini menambah ketegangan di wilayah tersebut dan menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
