Penyebab Erin Diduga Lakukan Penganiayaan Terhadap ART

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 Mei 2026 | Penganiayaan yang dilakukan oleh Erin terhadap asisten rumah tangga (ART) Herawati kembali menjadi sorotan. Pemilik yayasan penyalur ART, Nia Damanik, memenuhi panggilan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk memberikan keterangan tambahan terkait laporan dugaan penganiayaan.

Didampingi kuasa hukumnya, Nia Damanik menjawab puluhan pertanyaan dari penyidik soal kronologi terjadinya konflik antara Herawati dan majikannya, Erin. Menurut Nia, penganiayaan itu terjadi karena urusan kebersihan rumah yang sepele.

Baca juga:

"Awalnya dia WA saya, terus saya tanya ada apa kok bisa dipukul. Terus saya telepon balik, 'Kenapa Neng? Kok bisa dipukul?' Katanya cuma gara-gara gorden, lupa tutup gorden, dan ada debu di tong sampah sedikit, sama lupa menutup kamar mandi. Hanya itu. Kubilang, 'Cuma gara-gara itu kok kamu dipukul?'" ungkap Nia.

Tak hanya kekerasan fisik, Nia juga mengungkap adanya dugaan kekerasan verbal yang sangat kasar terhadap pekerjanya. "Laporan ke saya karena kerjanya dibilang bodoh, tolol, dan bego, dan gembel. Itu ya," tegas Nia.

Pengalaman ini meninggalkan trauma mendalam bagi Nia sebagai penyalur tenaga kerja. Ia menyebut Erin kini masuk dalam daftar blacklist di kalangan yayasan penyalur ART karena perilakunya yang temperamental.

Nia juga menepis tudingan pihak Erin yang menyebut ada orang di balik layar yang menyuruhnya membuat kegaduhan ini. Ia menegaskan bahwa gerakannya murni untuk melindungi pekerjanya yang telah menjadi korban kekerasan.

Sebagai langkah lanjutan, tim kuasa hukum berencana mengadakan konferensi pers untuk menunjukkan bukti-bukti chat dan rekaman yang memperkuat laporan mereka ke hadapan publik.

Dalam kesimpulan, kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Erin terhadap Herawati merupakan contoh dari kekerasan yang sering terjadi dalam masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran dan memperkuat hukum untuk melindungi para pekerja rumah tangga dari kekerasan dan perlakuan tidak adil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *