Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 07 Mei 2026 | Serangan baru telah diluncurkan oleh Iran ke Uni Emirat Arab (UEA), menargetkan fasilitas minyak di Fujairah. Serangan ini dilaporkan menggunakan 15 rudal dan 4 drone, mengakibatkan tiga warga India yang bekerja di fasilitas minyak tersebut mengalami luka-luka.
Pemerintah UEA mengecam keras serangan Iran yang dianggap melanggar gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS). Sementara itu, Kanada juga mendesak Iran untuk menghentikan aksi militernya. Serangan ini terjadi di tengah ketegangan kawasan, saat AS juga menyerang kapal Iran di Selat Hormuz dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya mengecam eskalasi konflik di Teluk.
UEA merupakan salah satu negara Teluk yang menjadi target serangan Iran sejak Maret lalu. Selain UEA, Iran juga kerap meluncurkan serangan ke negara-negara Teluk lainnya, seperti Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain. Iran menyerang negara-negara Teluk di tengah perang dengan AS, yang dimulai untuk membasmi pangkalan militer AS yang ada di sana.
Pemerintah Iran membantah meluncurkan serangan ke UEA, tetapi mengingatkan UEA untuk tidak bekerja sama dengan musuh. Iran juga menuduh UEA mengizinkan kehadiran militer AS dan Israel di wilayahnya, yang menurut Teheran telah mengancam keamanan nasional Iran serta stabilitas regional.
Indonesia mendesak AS dan Iran untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata. Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas laporan serangan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas kilang minyak di UEA. Indonesia juga siap mendukung berbagai upaya de-eskalasi dan mengedepankan dialog untuk mendorong terwujudnya perdamaian dan stabilitas berkelanjutan di kawasan.
Kesimpulan dari serangan ini adalah bahwa situasi di kawasan Teluk semakin memanas, dan perlu ada upaya untuk menyelesaikan konflik ini dengan cara damai. Indonesia, sebagai negara yang memiliki hubungan baik dengan semua pihak yang terlibat, dapat memainkan peran penting dalam mendukung upaya de-eskalasi dan dialog untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
