Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Mei 2026 | Inter Milan kembali menegaskan sikap tegasnya terkait rumor transfer Alessandro Bastoni ke Barcelona. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Milan, bos klub Italia itu, Steven Zhang, menyampaikan bahwa upaya klub Spanyol untuk merekrut gelandang berusia 25 tahun tersebut tidak akan membuahkan hasil. Zhang menambahkan bahwa Inter telah menyiapkan strategi jangka panjang yang melibatkan Bastoni sebagai pilar utama lini tengah, sekaligus menyoroti ambisi klub untuk bersaing di Liga Champions musim depan.
Menurut Zhang, Barcelona masih berada dalam fase restrukturisasi setelah masa transisi yang cukup panjang. “Mereka memang memiliki niat untuk memperkuat lini tengah, namun kami tidak akan mengorbankan stabilitas tim hanya demi satu transfer,” ujar bos Inter. Ia menambahkan bahwa Inter telah menilai nilai pasar Bastoni secara realistis dan menolak segala tawaran yang dianggap tidak sebanding dengan peran vital pemain tersebut di skuad.
Alessandro Bastoni, yang merupakan kapten tim nasional Italia dan menjadi andalan Inter sejak bergabung pada 2022, telah mencatatkan performa impresif di Serie A. Selama dua musim terakhir, ia mencatat rata-rata 85% akurasi umpan, 3,2 intersepsi per pertandingan, dan kontribusi gol serta assist yang signifikan. Statistik tersebut membuatnya menjadi salah satu gelandang tengah paling diminati di Eropa.
Di sisi lain, Barcelona yang tengah berjuang mengembalikan kejayaan setelah beberapa musim kurang memuaskan, dikabarkan telah menyiapkan dana sebesar €70 juta untuk mengamankan jasa Bastoni. Namun, menurut sumber internal Inter, klub Italia telah menolak tawaran awal tersebut dan menuntut nilai transfer minimal €100 juta, termasuk bonus performa. “Kami menghargai minat Barcelona, namun harga yang mereka tawarkan tidak mencerminkan nilai sebenarnya dari Bastoni,” jelas Zhang.
Berita mengenai kegagalan negosiasi ini muncul bersamaan dengan laporan bahwa Inter sedang menyiapkan paket kontrak baru bagi Bastoni, termasuk peningkatan gaji dan klausul pelepasan yang lebih ketat. Langkah tersebut diyakini bertujuan untuk memperkuat loyalitas pemain sekaligus mencegah spekulasi transfer di bursa musim panas.
Pengamat sepak bola menilai bahwa keputusan Inter ini sejalan dengan strategi klub yang mengutamakan kesinambungan skuad. “Inter ingin membangun tim yang kompetitif secara konsisten, bukan sekadar mengandalkan satu atau dua pemain bintang,” kata Marco Rossi, analis sepak bola di Milan. Ia menambahkan bahwa keberhasilan Inter di kompetisi domestik dan Eropa selama tiga tahun terakhir sebagian besar berkat stabilitas formasi dan kerja sama antara gelandang tengah, bek, serta penyerang.
Barcelona sendiri diperkirakan akan mencari alternatif lain untuk memperkuat lini tengah, seperti mengincar pemain muda berbakat atau mengandalkan pengembangan akademi. Sementara itu, Inter berencana memperkuat posisi sayap dengan mendatangkan pemain baru, namun menegaskan bahwa inti tim, termasuk Bastoni, tidak akan terganggu.
Reaksi fans juga beragam. Pendukung Inter menyambut tegasnya keputusan bos mereka, mengungkapkan rasa percaya bahwa klub akan terus bersaing di level tertinggi. Di sisi lain, fans Barcelona menyatakan kekecewaan, namun tetap optimis bahwa klub akan menemukan solusi lain untuk mengatasi kekurangan di lini tengah.
Dengan transfer window yang semakin dekat, dinamika pasar pemain semakin intens. Namun, pernyataan tegas dari Steven Zhang menegaskan bahwa Inter tidak akan mudah menyerah pada godaan klub besar. Keputusan ini diperkirakan akan memengaruhi taktik dan strategi kedua klub di sisa musim ini, sekaligus menambah ketegangan dalam persaingan Serie A dan La Liga.
Secara keseluruhan, saga transfer Bastoni menjadi contoh nyata bagaimana klub-klub top Eropa berupaya menyeimbangkan ambisi finansial dengan kebutuhan taktis. Inter Milan tampaknya memilih jalur konsistensi dan kepercayaan pada pemain inti, sementara Barcelona harus menyesuaikan rencana mereka di tengah tekanan untuk kembali ke puncak kejayaan.
