Pentagon Didesak Membangun Senjata Tanpa Magnet Langka China

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 04 Agustus 2026 | Perang di Timur Tengah telah meningkatkan kebutuhan akan senjata canggih, terutama yang menggunakan magnet langka. Namun, China memiliki monopoli dalam pengolahan mineral langka ini, sehingga Pentagon harus mencari alternatif.

Salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Pentagon adalah Phoenix Tailings, yang berbasis di New Hampshire. Mereka menggunakan teknologi untuk mengolah limbah tambang dan memisahkan mineral langka dari limbah tersebut.

Baca juga:

Proses ini melibatkan penggunaan listrik untuk memisahkan oksigen dari material, sehingga menghasilkan logam abu-abu yang dapat digunakan untuk membuat magnet permanen yang sangat kuat. Magnet ini digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pesawat tempur, rudal, sistem radar, dan drone.

Pentagon telah memberikan pinjaman sebesar $500 juta kepada Phoenix Tailings untuk meningkatkan produksi. Perusahaan ini berencana untuk membangun fasilitas yang lebih besar untuk mengolah dan memproduksi logam kritis yang dibutuhkan untuk industri pertahanan, aerospace, dan otomotif.

Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan Amerika Serikat pada China dalam hal pengolahan mineral langka. China telah menjadi salah satu penyedia utama mineral langka ini, tetapi Amerika Serikat ingin mengembangkan sumber daya domestik untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Dengan demikian, Amerika Serikat dapat meningkatkan kemampuan pertahanannya dan mengurangi ketergantungan pada China. Selain itu, pengembangan sumber daya domestik juga dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi lokal.

Phoenix Tailings tidak sendirian dalam upaya ini. Beberapa perusahaan lain juga bekerja sama dengan Pentagon untuk mengembangkan sumber daya domestik mineral langka. Dengan demikian, Amerika Serikat dapat meningkatkan kemampuan pertahanannya dan mengurangi ketergantungan pada China.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *