Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 04 Mei 2026 | AC Milan kembali menelan kekalahan pahit pada pekan ke-35 Serie A ketika menjamu tim tamu Sassuolo di Mapei Stadium pada Minggu malam, 3 Mei 2026. Tanpa mampu memecah pertahanan, Rossoneri kalah 0-2 dengan gol cepat Domenico Berardi pada menit kelima dan gol tambahan Armand Lauriente di awal babak kedua. Kekalahan ini menambah deretan hasil buruk Milan dalam beberapa pekan terakhir, memaksa mereka berjuang keras untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Serangan pertama Berardi mengguncang lini belakang Milan yang tampak belum menemukan ritme. Kesalahan penempatan bek kiri dan kurangnya tekanan pada penyerang membuat ruang bagi pemain Sassuolo untuk menembus. Setelah gol pertama, tim pelatih Massimiliano Allegri berusaha bangkit, namun konsentrasi tim menurun drastis. Pada menit ke-23 babak kedua, bek tengah Fikayo Tomori menerima dua kartu kuning dan terpaksa meninggalkan lapangan, memaksa Milan bermain dengan sepuluh orang selama lebih dari setengah pertandingan.
Allegri dalam konferensi pers pasca pertandingan tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai tim melakukan terlalu banyak kesalahan teknis, terutama dalam transisi menyerang dan pertahanan. “Kami terlalu mudah kehilangan bola di daerah berbahaya, gol cepat di menit awal menjadi titik awal yang buruk bagi kami,” ujar Allegri. Ia menekankan pentingnya konsentrasi penuh, terutama ketika berada dalam situasi bermain dengan satu pemain kurang.
Meskipun berada di zona kritis klasemen, pelatih AC Milan tetap menunjukkan ketenangan yang mencolok. “Allegri tenang” menjadi sorotan utama media, karena ia tampak tidak terguncang oleh tekanan. Menurutnya, ketenangan adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain dan memperbaiki performa tim. Ia menegaskan bahwa fokus utama adalah memperbaiki detail teknis, mengurangi kesalahan individu, dan menumbuhkan semangat juang bersama.
Statistik tim dalam lima pertandingan terakhir menunjukkan penurunan tajam. Milan mencatat hanya satu poin dari lima laga, dengan rata-rata penguasaan bola turun menjadi 48%, dibandingkan 55% pada awal musim. Tembakan ke arah gawang berkurang dari rata-rata 12 per pertandingan menjadi 6, sementara tembakan ke arah gawang lawan hanya 2, menunjukkan kurangnya ancaman di lini serang.
Di sisi lain, pemain kunci seperti Rafael Leão dan Lautaro Martínez belum kembali ke performa puncak mereka. Cedera dan kebugaran yang belum optimal menjadi faktor yang memperburuk situasi. Sementara itu, rival terdekat seperti Inter Milan dan Napoli terus menambah poin, menambah tekanan pada Milan untuk memperbaiki hasil sebelum tiga laga terakhir musim.
Allegri menutup konferensi dengan harapan bahwa tim dapat “berbenah” dengan cepat. Ia mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi, terutama dalam menghadapi tim-tim papan atas yang bersaing untuk posisi Liga Champions. Pelatih berjanji akan melakukan rotasi pemain, memperbaiki taktik pressing, dan menambah intensitas latihan defensif.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa ketenangan Allegri memang diperlukan, namun risiko menjadi terlalu pasif juga mengancam moral pemain. Mereka menyarankan agar pelatih mengadopsi pendekatan lebih agresif dalam transisi, serta memberikan kesempatan lebih kepada pemain muda yang telah menunjukkan kualitas di tim cadangan.
Dengan sisa tiga pertandingan, AC Milan harus mengumpulkan minimal enam poin untuk mengamankan tempat di Liga Champions. Pertandingan melawan tim-tim menengah ke bawah menjadi peluang penting untuk memperbaiki posisi klasemen. Jika Milan berhasil memanfaatkan peluang tersebut, mereka dapat menutup musim dengan posisi yang memuaskan, meski harus mengatasi kekurangan yang terungkap selama kekalahan melawan Sassuolo.
