Umuh Muchtar Tegaskan Konsentrasi Persib, Bantah Tuduhan Rasisme Marc Klok Menjelang Laga PSIM

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 04 Mei 2026 | Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, kembali menegaskan pentingnya konsentrasi penuh tim menjelang pertemuan melawan PSIM Yogyakarta pada Senin, 4 Mei 2026. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada media, ia menolak keras semua tuduhan rasisme yang diarahkan kepada kapten tim, Marc Klok, setelah laga melawan Bhayangkara FC berakhir dengan kemenangan 4-2 bagi Persib.

Umuh menilai bahwa tuduhan tersebut muncul hanya karena kekecewaan Bhayangkara yang baru saja mengalami kekalahan. Ia menambahkan, “Kabar itu bohong, dibuat-buat karena Bhayangkara kalah terus mengada‑ada.” Ia juga menyinggung manajer Bhayangkara, Sumardji, yang menurutnya tidak memiliki dasar untuk menuduh rasisme. “Bagaimana dia bisa dengar dari atas? Itu tidak masuk akal,” ujarnya.

Baca juga:

Untuk memastikan tidak ada unsur diskriminasi, Umuh meminta klarifikasi langsung dari Marc Klok. Pada pertemuan tersebut, pemain asal Belanda tersebut bersumpah tidak pernah mengucapkan kata yang menyinggung ras. “Saya bersumpah kepada Umuh, istri saya orang hitam, jadi saya tidak mungkin berbuat rasis,” kata Klok. Umuh menanggapi pernyataan tersebut dengan rasa lega, menegaskan bahwa tidak ada niat buruk dalam insiden yang terjadi.

Insiden yang memicu kontroversi berawal dari interaksi singkat antara Marc Klok dan Henri Doumbia, pemain Bhayangkara, pada jeda turun minum. Doumbia mengklaim bahwa Klok mengucapkan kata “black” yang dianggap rasis. Namun, Klok membantah, menyatakan bahwa ia hanya berkata “Give me the ball back” dalam bahasa Inggris. Mantan pemain PSG dan Timnas Prancis, Layvin Kurzawa, kemudian memberikan dukungan publik kepada Klok, menegaskan bahwa ia mengetahui perjuangan sang pemain dan menolak segala bentuk rasisme.

Umuh menekankan bahwa isu tersebut tidak mengganggu persiapan tim. “Tidak ada pengaruh ke pertandingan besok, kami tetap fokus,” ujarnya. Ia juga mengingatkan para pemain, khususnya Bojan, untuk tidak meremehkan PSIM yang dianggap lawan setara, bahkan lebih berat. “Jangan sampai kita kecolongan, terutama di tengah persaingan gelar juara,” kata Umuh.

Persib saat ini berada dalam perburuan gelar juara dengan hanya empat pertandingan tersisa. Setelah mengamankan tiga poin melawan Bhayangkara, tim berharap dapat menambah koleksi poin di laga melawan PSIM, yang akan menjadi modal penting menjelang pertemuan berat melawan Persija Jakarta pada pekan ke‑32.

  • Umuh menolak tuduhan rasisme dan menuntut klarifikasi.
  • Marc Klok mengakui tidak ada kata yang bersifat rasial.
  • Layvin Kurzawa memberikan dukungan terbuka kepada Klok.
  • Persib fokus pada pertandingan melawan PSIM untuk mempertahankan posisi klasemen.

Dengan semangat “habis‑habisan” yang diulang oleh Umuh, Persib bertekad mengamankan poin penuh di Bandung. “Insyaallah kami akan memberikan pengarahan kepada anak‑anak, dan kami yakin akan meraih poin penuh,” tutupnya. Semua pihak berharap kontroversi ini dapat segera reda, sehingga fokus utama tetap pada performa di lapangan dan persaingan ketat di Liga 1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *